Perundingan Damai Berakhir Buntu, AS – Iran Siap Lanjutkan Perang

perundingan Amerika Serikat Iran gagal
Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sedang melakukan perundingan damai di sana, gagal mencapai kesepakatan. Foto: tangkapan layar - RADARCIREBON.ID
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kabar buruk datang dari Islamabad, Pakistan. Dua negara, Amerika Serikat (AS) dan Iran yang sedang melakukan perundingan damai di sana, gagal mencapai kesepakatan.

Perundingan yang berakhir buntu itu, membuat keduanya tak bisa mengakhiri perang. Dengan begitu, perang di kawasan Teluk itu akan kembali berlanjut dengan waktu yang belum bisa ditentukan.

Salah satu duta dalam perundingan itu adalah Wakil Presiden AS, JD Vance. Dia mengatakan, kebuntuan itu karena Iran menolak syarat-syarat yang diajukan AS.

Baca Juga:IPhone 15 Mulai Rp10 Jutaan! Ini Update Harga iPhone 15 Series April 2026Desain Penataan Kawasan Gedung Sate, Bakal Terintegrasi dengan Lapangan Gasibu

“Kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan Iran, itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan menurut saya ini adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi AS,” kata Vance dalam konferensi pers, Minggu, 12 April 2026.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menggambarkan pembicaraan damai itu berlangsung intens. Soal kebuntuan perundingan, sangat tergantung keseriusan dan itikad baik dari AS.

Menurut Baqaei, tuntutan yang diajukan AS, sangat berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum. Iran hanya meminta agar AS menerima hak dan kepentingan sah negara itu.

Dia juga mengungkapkan, di antara keberatan AS adalah soal Selat Hormuz, dan program nuklir Iran. Selai itu juga masalah pengakhiran total perang di Iran.

Soal permintaan Iran tersebut, Wakil Presiden AS, JD Vance tidak menjawab dengan tegas. Dia hanya mengatakan bahwa AS datang ke perundingan dengan sikap fleksibel dan itikad baik.

Dia pun sangat menyayangkan kedua pihak tidak mencapai kesepakatan. “Kami meninggalkan tempat ini dengan sebuah proposal yang sangat sederhana, sebuah pemahaman bahwa ini adalah penawaran terakhir dan terbaik dari kami. Kita lihat saja apakah pihak Iran akan menerimanya,” katanya.

Vance juga mengatakan jika Presiden AS, Donald Trump, terlibat langsung dalam pembicaraan itu. Dia mengaku telah berbicara dengan presiden sekitar belasan kali selama 21 jam proses negosiasi berlangsung.

Baca Juga:Profil Sophia Rebecca Albeck, Mojang Jabar yang akan Berlaga di Miss Tourism World 2026Tol Cisumdawu Arah Bandung Retak, Perbaikan Butuh Waktu 4 Bulan

Diungkapkan Vance, menghentikan senjata nuklir Iran, baik sekarang maupun di masa depan, merupakan tujuan utama Donald Trump.

0 Komentar