RADARCIREBON.ID – Perbaikan Jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) yang mengalami retak di Kilometer 207 A arah Bandung membutuhkan waktu selama kurang lebih 4 bulan.
Selama proses perbaikan, kendaraan dari arah Cirebon menuju Bandung, diberlakukan contra flow atau menggunakan lajur berlawanan.
Sementara dari arah Bandung, kendaraan dikeluarkan melalui Gerbang Tol Paseh. Perbaikan ini, diduga tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi. Tetapi ada kesalahan sistem drainase.
Baca Juga:Canggih! Iran Gunakan Pembayaran Bitcoin untuk Tarif Lewat Selat Hormuz, Cegah TerlacakLewat Selat Hormuz, Iran Terapkan Tarif, Bayar Pakai Bitcoin, Percepat De-Dolarisasi?
Direktur PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Agustinus Sudrajat mengatakan, pasca kejadian retakan petugas langsung melakukan evaluasi dan mitigasi terhadap lajur lainnya.
“Retakan ini karena curah hujan tinggi dan kesalahan pada sistem drainase. Oleh karena itu, kami langsung melakukan evaluasi menyeluruh pada sistem drainase jalan,” kata Agustius melalui siaran pers.
Petugas PT CKJT juga melakukan pemantauan secara berkala pada daerah lain yang memiliki potensi longsor, karena struktur tanah yang labil.
Sebagai informasi, ruas Jalan Tol Cisumdawu di Km 207 A memang dikenal rawan longsor. Bahkan, area ini merupakan bagian terakhir atau seksi 6 yang selesai saat pembangunan Tol Cisumdawu.
Kontraktor bahkan harus membangun stuktur tambahan yakni Jembatan Gunung Puyuh untuk menangani struktur urugan yang tidak stabil di wilayah ini.
Selama pembangunan tol berlangsung wilayah Gunung Puyuh, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang tersebut beberapa kali mengalami pergerakan tanah.
Pantauan radarcirebon.id ruas jalan yang retak mencapai panjang 80 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter pada sisi terdalam.
Baca Juga:Geger Meteor di Lampung, Kilatan Cahaya Ternyata Sampah AntariksaMomen Langka! Astronaut Artemis II Selfie dengan Bumi Pakai Kamera Depan iPhone 17 Pro Max
Dugaan sementara, terjadi kesalahan pada sistem drainase yang menyebabkan jalan ambles dan pada bagian permukaan terlihat retak.
Wilayah ini, menggunakan struktur embankment atau tanah urugan yang dijadikan fondasi jalan.
Sebagai antisipasi dan untuk keselamatan pengendara, saat ini PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sesuai diskresi kepolisian, memberlakukan contra flow di KM 207 A.
Direktur Utama PT CKJT, Agustinus Sudrajat mengatakan, selaku operator Tol Cisumdawu atas diskresi Kepolisian, main road KM 194 A di lakukan penutupan dan pengalihan kendaraan dari Bandung menuju Cirebon untuk dapat keluar di Gerbang Tol Paseh.
