RADARCIREBON.ID – Status darurat sampah masih membayangi Kabupaten Cirebon. Dari total produksi sampah yang mencapai sekitar 1.200 ton per hari, pemerintah daerah baru mampu menangani sekitar sepertiganya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala SSos MSi menjelaskan, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah. Saat ini, lanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya mampu mengangkut dan mengolah sekitar 400 ton sampah setiap hari.
“Produksi sampah kita mencapai 1.200 ton per hari. Namun kemampuan DLH dengan sarana yang ada baru sekitar 400 ton. Artinya, baru sepertiga yang bisa tertangani,” ujarnya.
Baca Juga:New Honda Stylo 160 Makin Mewah dengan Sentuhan RetroStrategi Baru Pembangunan Demografi, Bappenas Manfaatkan Analisis NTA untuk Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya sejumlah alat berat milik DLH yang mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat difungsikan secara optimal.
“Ini menjadi persoalan serius. Keterbatasan sarana ditambah alat berat yang rusak membuat penanganan sampah semakin kompleks,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah mengupayakan berbagai solusi, salah satunya dengan mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi hingga Kementerian Lingkungan Hidup, terutama untuk penambahan alat berat.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kedepan. Kami sudah mengusulkan bantuan, khususnya alat-alat berat untuk mendukung pengelolaan sampah,” tambahnya.
Selain itu, Pemkab Cirebon juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif.
Rencananya, materi pengelolaan sampah akan dimasukkan ke dalam muatan lokal (mulok) di sekolah melalui Dinas Pendidikan, mulai dari tingkat SD hingga SMA.
“Harapannya, anak-anak sejak dini sudah memahami cara mengelola sampah. Bahkan bisa mengingatkan orang tuanya jika membuang sampah sembarangan,” jelas Hendra.
Baca Juga:BPOM Terapkan Nutri-Level, Upaya Menekan Konsumsi Gula, Garam, Dan Lemak Berlebih di MasyarakatRatusan Ribu Siswa Ikuti SPAN PTKIN 2026
Di sisi lain, Pemkab Cirebon juga membuka peluang kerja sama dengan investor di sektor pengelolaan sampah.
Salah satu konsep yang tengah dijajaki adalah pengolahan sampah anorganik menjadi refuse-derived fuel (RDF), yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri semen.
Komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk industri semen, telah dilakukan. Namun, hingga saat ini pemerintah daerah mengakui masih kesulitan menemukan investor yang siap merealisasikan proyek tersebut.
