RADARCIREBON.ID – Egi Ramadan (30), warga Kabupaten Cirebon, mengalami peristiwa tragis di Bali. Ia tewas akibat pengeroyokan dan pembakaran. Penjemputan jenazah sendiri dijadwalkan dilakukan pada Selasa, 14, April 2026.
Informasi meninggalnya korban pertama kali diterima pada Jumat, 10, April 2026. Kasi Umum Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan, Bobby Rachman Sampurno, mengaku mendapat kabar tersebut dari Kartomi, ayah korban.
Menurutnya, Kartomi memperoleh informasi dari rekan kerja anaknya di Bali, yakni Nein Tedi, yang juga bekerja sebagai ABK. “Setelah mendapat informasi itu, kami langsung koordinasi dengan Pemerintah Desa Gombang, Kecamatan Plumbon. Kami berkoordinasi karena identitas korban tercatat sebagai warga Gombang tapi keluarganya di sini (Pegagan, red),” ujar Bobby saat dihubungi Radar Cirebon.
Baca Juga:Penyerahan Denda Administratif Mencapai Rp11,4 Triliun, Bisa Renovasi 43 Ribu SekolahWFH Diterapkan, WFO Tetap Dijaga, Pertama Diterapkan, 763 ASN Pemkot Cirebon Kerja dari Rumah
Bobby menjelaskan, hingga kemarin pihak keluarga masih menunggu informasi lanjutan dari kepolisian di Bali. Pasalnya, korban harus menjalani proses autopsi sebelum dipulangkan ke Cirebon. “Insya Allah kalau tak ada hambatan, penjemputan jenazah akan dilakukan Selasa dengan mobil ambulan. Keberangkatan kami difasilitasi oleh Pemdes Pegagan dan juga Pemdes Gombang,” jelasnya.
Sementara itu, Kuwu Gombang, Vonny Agustina Indera Ayu, membenarkan korban merupakan warganya yang tinggal di Blok Blangbong. Rencananya, kata Vonny, Egi akan dimakamkan di TPU setempat, berdampingan dengan makam keluarga.
LIMA PELAKU DITANGKAP
Sementara itu, aparat gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa yang dibackup Jatanras Polda Bali dan Satreskrim Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dalam waktu kurang dari 10 jam sejak kejadian. Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat, 10 April 2026 sekitar pukul 04.30 WITA di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar.
Dalam rilis resmi, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang SIK MH menjelaskan bahwa korban selain Egi Ramadan, juga satu ABK lainnya asal Semarang, Hisam Adnan (30). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sebagian tubuh mengalami luka bakar.
Dalam pengungkapan kasus ini, pihaknya berhasil mengamankan lima orang pelaku. Masing-masing berinisial SA, DH, NU, DR dan IS yang semuanya berasal dari Jawa Barat. Penangkapan dilakukan secara cepat di sejumlah lokasi berbeda. “Keberhasilan pengungkapan kasus ini berkat bantuan Kaling dan Pecalang yang melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Benoa,” ungkap Kombes Leonardo, dilansir dari rilis resmi Polresta Denpasar.
