Nekat Ikuti Tren Internet, Warga Kuningan Berakhir di Damkar Tengah Malam

Seorang warga Kuningan harus dilarikan ke Damkar setelah cincin yang dipasang akibat terpengaruh konten intern
Seorang warga Kuningan harus dilarikan ke Damkar setelah cincin yang dipasang akibat terpengaruh konten internet tak bisa dilepas dan berisiko membahayakan.
0 Komentar

KUNINGAN– Aksi nekat yang diduga terinspirasi dari konten internet nyaris berujung fatal. Seorang warga Kabupaten Kuningan terpaksa meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah cincin yang terpasang di bagian tubuhnya tak kunjung bisa dilepas dan mulai menimbulkan risiko cedera serius.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (11/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban, yang diketahui merupakan warga wilayah timur Kuningan, datang langsung ke Mako Damkar setelah sebelumnya gagal melepaskan cincin yang terpasang selama beberapa hari.

Menurut informasi yang dihimpun, tindakan tersebut dilakukan korban karena rasa penasaran setelah melihat konten di internet. Namun, upaya yang awalnya dianggap sepele justru berubah menjadi ancaman serius ketika cincin tidak bisa dilepas dan mulai menimbulkan kekhawatiran akan risiko cedera.

Baca Juga:Daftar Sekarang! Kuningan Gelar Talent Detection Timnas Futsal U-17, Tanggal 11-12 April di Gor EwanggaPelatih Persib Bojan Hodak Peringatkan Ancaman Serius dari Bali United Jelang Laga Krusial di GBLA

Sebelum meminta bantuan Damkar, korban sempat mendatangi rumah sakit umum di Kuningan. Namun, pihak medis menyarankan agar penanganan dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran yang memiliki peralatan khusus untuk kondisi tersebut.

Kepala UPT Damkar Kuningan Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan penanganan setelah korban tiba di markas. Lima personel regu piket langsung diterjunkan untuk melakukan proses evakuasi.

“Penanganan dilakukan dengan pemotongan cincin menggunakan alat khusus. Prosesnya cukup hati-hati karena posisinya sensitif dan berisiko,” ujarnya.

Meski sempat mengalami kendala teknis karena posisi cincin yang sulit dijangkau, proses pelepasan akhirnya berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 20 menit. Cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan luka serius pada korban.

Petugas mengungkapkan, jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi serius, seperti infeksi hingga gangguan aliran darah.

Peristiwa ini pun menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak sembarangan mengikuti tren atau informasi yang beredar di internet tanpa pemahaman yang benar.

“Hal-hal seperti ini jangan ditiru. Bisa berbahaya, bahkan mengancam keselamatan,” tegasnya.Damkar Kuningan kembali mengingatkan bahwa selain menangani kebakaran, pihaknya juga siap membantu berbagai kondisi darurat non-kebakaran yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Baca Juga:Kebakaran Rumah Warga di Ciniru, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta LebihMuscab PPP Kuningan Hanya Sahkan Tim Formatur, Penetapan Ketua Ranah DPP

Kasus ini menjadi bukti bahwa tindakan yang dianggap sepele dapat berujung fatal jika tidak dilakukan dengan pengetahuan yang memadai. (ags)

0 Komentar