RADARCIREBON.ID – Sebanyak 630 guru SMA, SMK, dan MA di wilayah Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Jawa Barat mengikuti workshop pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang digelar STMIK IKMI Cirebon.
Pelatihan ini difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran serta layanan bimbingan konseling berbasis teknologi AI. Kegiatan diikuti guru dari 315 sekolah, dengan masing-masing sekolah mengirimkan dua peserta.
Workshop dilaksanakan secara bertahap setiap Sabtu hingga Mei 2026. Dalam sehari, kegiatan dibagi menjadi tiga sesi dengan masing-masing sesi diikuti sekitar 40 peserta. Seluruh dosen STMIK IKMI Cirebon dilibatkan sebagai tutor dan narasumber.
Baca Juga:New Honda Stylo 160 Makin Mewah dengan Sentuhan RetroStrategi Baru Pembangunan Demografi, Bappenas Manfaatkan Analisis NTA untuk Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan kapasitas guru di bidang teknologi pendidikan.
Ketua STMIK IKMI Cirebon, Dadang Sudrajat, mengatakan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan penting bagi guru di tengah pesatnya perkembangan digital.
“AI tidak akan menggantikan guru. AI hanya alat bantu untuk mempermudah pekerjaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam pemanfaatan AI untuk kegiatan belajar mengajar.
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan aplikasi Prompt Generator yang membantu guru menyusun modul ajar, soal latihan, hingga materi pembelajaran berbasis AI.
Selain itu, guru bimbingan konseling juga dilibatkan untuk memanfaatkan AI dalam menganalisis minat dan bakat siswa melalui pengolahan data konseling.
“AI bekerja berdasarkan perintah. Karena itu, guru perlu memahami cara menyusun prompt yang efektif,” katanya.
Baca Juga:BPOM Terapkan Nutri-Level, Upaya Menekan Konsumsi Gula, Garam, Dan Lemak Berlebih di MasyarakatRatusan Ribu Siswa Ikuti SPAN PTKIN 2026
STMIK IKMI Cirebon juga memperkenalkan agen AI bernama IKMI Consultant Agent (ICA) dan IKMI Customer Agent yang dapat digunakan untuk layanan informasi publik secara otomatis.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK IKMI Cirebon, Rudi Kurniawan, mengatakan AI dapat membantu meningkatkan efisiensi kerja guru, mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran hingga administrasi pendidikan.
“AI membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi tetap tidak menggantikan peran guru,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi D3 Manajemen Informatika STMIK IKMI Cirebon, Bani Nurhakim, menyebut dua aplikasi yang diperkenalkan dalam workshop tersebut diberikan secara gratis kepada peserta.
