Produk yang telah melalui proses pengolahan kemudian dikemas dan disimpan menggunakan sistem rantai dingin atau cold chain. Produk tersebut untuk sementara dipasarkan secara terbatas kepada koperasi, kantin, pegawai, serta masyarakat di sekitar lapas.
Pihaknya berharap, program pemberdayaan tersebut tidak berhenti pada aktivitas ekonomi semata. Lebih jauh, keterampilan dan kesempatan kerja yang diberikan diharapkan menjadi modal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan baru setelah bebas.
“Harapan terbesar kita adalah mengurangi risiko pengulangan tindak pidana atau residivisme. Dengan membekali mereka menjadi insan siap kerja, kita membantu menghapus stigma dan membuka jalan untuk kembali merajut masa depan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ags)
