Lapas Kuningan Siapkan Warga Binaan Kembali ke Dunia Kerja

Ist 
PEMBEKALAN: Warga binaan Lapas Kelas IIA Kuningan mengikuti aktivitas di Wangun Mandiri Farm, sebagai sarana pelatihan kerja dan pemberdayaan. 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Tak sekadar menjalankan fungsi pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Kuningan mulai memperkuat pembinaan warga binaan melalui pengembangan unit usaha peternakan terintegrasi.

Wangun Mandiri Farm disiapkan sebagai ruang pelatihan kerja sekaligus bekal bagi warga binaan agar lebih siap kembali dan beradaptasi di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Eries Sugianto, mengatakan program tersebut diarahkan untuk membangun keterampilan sekaligus kemandirian ekonomi warga binaan. Menurutnya, kemampuan yang diperoleh selama berada di lapas diharapkan dapat menjadi modal setelah mereka menyelesaikan masa pidana.

Baca Juga:Pajak Daerah Tembus 65 Persen, Bapenda Kuningan Kejar Rp77 MiliarOkupansi Hotel Menurun, PHRI Jawa Barat Dorong Konektivitas Paket Wisata Antardaerah 

Eries menilai salah satu tantangan terbesar yang dihadapi mantan warga binaan setelah bebas adalah stigma sosial dan kesulitan memperoleh pekerjaan. Karena itu, Wangun Mandiri Farm dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk membuka peluang kerja dan memberikan pengalaman profesional.

“Masalah utama yang dihadapi mantan warga binaan adalah stigma dan kesulitan mencari pekerjaan setelah bebas. Karena itu, Wangun Mandiri Farm hadir sebagai salah satu solusi dengan membuka kesempatan kerja bagi mantan warga binaan,” kata Eries.

Pengembangan program tersebut dilakukan secara bertahap melalui Peta Jalan Reintegrasi Sosial dan Pemberdayaan. Skema pembinaan itu dibagi menjadi empat yang disesuaikan dengan kemampuan dan kesiapan masing-masing warga binaan.

Fase pertama berupa asesmen untuk memetakan keterampilan serta kemampuan awal calon tenaga kerja. Setelah itu, warga binaan mengikuti pembekalan berupa pelatihan teknis yang berkaitan dengan operasional peternakan dan produksi susu.

Peserta yang dinilai telah siap kemudian memasuki fase ketiga. Pada tahap ini, mereka terlibat dalam kontrak kerja profesional sekaligus menjalankan aktivitas operasional Wangun Mandiri Farm secara langsung.

Tahap terakhir diarahkan pada kemandirian. Warga binaan tetap mendapatkan pendampingan berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial setelah kembali ke masyarakat.

Dalam kegiatan sehari-hari, warga binaan terlibat dalam berbagai pekerjaan di peternakan. Aktivitas tersebut meliputi perawatan ternak, pemerahan susu, pembersihan kandang, pengolahan pakan, pengemasan produk, hingga pemeliharaan lahan.

Baca Juga:Ribuan Warga Serbu Karnaval Budaya Dugaan Kekerasan terhadap Pelajar SMP di Kuningan, Polisi Terima Laporan dan Mulai Selidiki

Selain menjadi sarana pembinaan, Wangun Mandiri Farm juga mulai menghasilkan produk susu pasteurisasi. Proses produksi dilakukan dengan memperhatikan aspek higienitas dan pengendalian suhu, mulai dari pemerahan, pendinginan, hingga tahap pasteurisasi.

0 Komentar