Bursa Ketua Partai Gerindra Kuningan Mulai Bergulir, Nama Dede Ismail Diperhitungkan Pengamat

H Dede Ismail
H Dede Ismail
0 Komentar

Dalam perspektif ilmu politik, kemampuan tersebut berkaitan dengan political positioning dan pengelolaan jaringan politik. Ketua partai di tingkat daerah dituntut mampu membaca perubahan konstelasi sekaligus menentukan posisi organisasi dalam berbagai isu politik lokal.

“Komunikasi politiknya sudah cukup teruji. Baik komunikasi antarpartai maupun komunikasi di internal DPRD Kuningan. Ini menjadi salah satu modal penting bagi seorang ketua partai,” ungkap Ade.

Pengalaman Dede di DPRD Kuningan juga menjadi salah satu pertimbangan yang disoroti Ade. Selama berada di parlemen, Dede dinilai bersentuhan langsung dengan proses negosiasi politik, pembentukan konfigurasi kekuatan di lembaga legislatif, hingga komunikasi lintas fraksi dan partai.

Baca Juga:Dua Rumah Terbakar di Kuningan, Dapur dan Harta Benda HangusPertamina Patra Niaga RJBB Klaim Stok Pertalite di Kota Cirebon Terjaga

“Kalau bicara komunikasi politik, sosok Deis sudah tidak diragukan lagi. Ia sudah lama berada dalam dinamika politik Kuningan,” ujarnya.

Dede Ismail sendiri saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuningan dari Fraksi Gerindra. Posisi tersebut membuatnya tetap berada dalam arena politik lokal sekaligus memiliki akses langsung terhadap dinamika kebijakan dan hubungan antarpartai di tingkat daerah.

Ade juga menilai keterlibatan Dede dalam sejumlah siklus elektoral di Kuningan menjadi pengalaman tersendiri. Tiga periode berada di DPRD serta keterlibatannya dalam berbagai momentum politik lima tahunan membuat Dede dinilai memahami perubahan peta kekuatan politik di daerah.

“Dalam beberapa momentum politik lima tahunan di Kuningan, Deis juga menjadi bagian dari dinamika dan komunikasi politik. Itu menunjukkan bahwa dia memahami peta politik daerah,” katanya.

Bagi Ade, pengalaman tersebut dapat menjadi modal dalam proses pelembagaan partai apabila Dede kembali memperoleh kepercayaan untuk memimpin Gerindra Kuningan. Kepemimpinan partai, menurutnya, tidak semata-mata berkaitan dengan popularitas figur, tetapi juga kemampuan mengelola organisasi, menjaga soliditas kader, membaca basis elektoral, serta membangun relasi politik.

“Jadi bukan hanya soal siapa yang populer, tetapi siapa yang memahami organisasi dan peta politik Kuningan. Dari sisi pengalaman, Dede Ismail memiliki modal tersebut,” ucap Ade.

Meski nama Dede mulai mengemuka, Ade mengingatkan proses tersebut belum dapat dipandang sebagai keputusan politik partai. Pembicaraan mengenai figur potensial masih berada dalam ranah dinamika dan aspirasi politik yang berkembang menjelang berakhirnya masa kepengurusan.

0 Komentar