Bursa Ketua Partai Gerindra Kuningan Mulai Bergulir, Nama Dede Ismail Diperhitungkan Pengamat

H Dede Ismail
H Dede Ismail
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dinamika internal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Kuningan mulai memasuki fase pembicaraan mengenai kepemimpinan partai untuk periode berikutnya. Sejumlah nama kader mulai diperbincangkan seiring masa berlaku kepengurusan Ketua DPC Gerindra Kuningan saat ini yang akan berakhir pada 2027.

Di tengah konstelasi tersebut, nama H Dede Ismail SIP mendadak kembali mencuat. Nama mantan pimpinan DPRD Kabupaten Kuningan itu disebut pengamat politik Ade Ahmadi sebagai salah satu figur yang memiliki modal pengalaman untuk dipertimbangkan dalam proses regenerasi kepemimpinan Gerindra Kuningan.

Kemunculan nama Dede menambah warna dalam bursa informal yang mulai berkembang di internal maupun lingkungan politik lokal. Sebelumnya, sejumlah kader Gerindra yang kini memegang posisi strategis juga menjadi bagian dari pembicaraan, di antaranya Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani SH MKn, Plt Ketua DPC Gerindra Kuningan sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kuningan Toto Tohari SE, serta anggota DPR RI H Rokhmat Ardiyan MM.

Baca Juga:Dua Rumah Terbakar di Kuningan, Dapur dan Harta Benda HangusPertamina Patra Niaga RJBB Klaim Stok Pertalite di Kota Cirebon Terjaga

Namun, Ade melihat Dede memiliki modal politik yang berbeda. Selain pengalaman di legislatif, Dede disebut telah terlibat dalam perjalanan awal Gerindra di Kabupaten Kuningan.

“Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, sosok Dede Ismail saya kira sangat layak untuk dipertimbangkan memimpin kembali Gerindra Kuningan,” ujar Ade Ahmadi, Selasa (29/9/2026).

Menurut Ade, pengalaman menjadi salah satu faktor penting dalam proses rekrutmen elite partai politik. Dalam konteks tersebut, Dede dinilai memiliki rekam jejak panjang karena telah menjadi bagian dari proses membangun struktur Gerindra di Kuningan sejak masa awal berdirinya partai tersebut di daerah sekitar 2008.

Dede yang akrab disapa Deis disebut tidak hanya memiliki pengalaman sebagai kader, tetapi juga pernah berada pada posisi strategis di lembaga legislatif. Pengalaman tersebut, menurut Ade, memberikan modal dalam memahami mekanisme politik pemerintahan sekaligus pola hubungan antaraktor politik di daerah.

“Dede Ismail sudah teruji kepemimpinannya sejak awal. Terlepas dari berbagai kekurangan yang pasti dimiliki setiap figur, Deis punya pengalaman dalam membangun Gerindra di Kuningan,” katanya.

Ade menilai pengalaman tersebut menjadi relevan dengan kondisi politik Kuningan yang memiliki konfigurasi kekuatan politik cukup dinamis. Seorang ketua partai, menurut dia, tidak cukup hanya memiliki basis elektoral, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun komunikasi politik dengan kader, partai lain, pemerintah daerah, maupun kelompok kepentingan di luar struktur partai.

0 Komentar