Ia juga menambahkan kronologi penyiapan makanan oleh pihak SPPG Kerticala 2. Makanan tersebut selesai dimasak sekitar pukul 09.00 WIB, dan mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah pada pukul 10.15 WIB.
Tim Surveillance Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu mencatat, total keseluruhan warga yang terdampak dugaan keracunan makanan mencapai 143 orang. Meski demikian, kondisi para korban dilaporkan terus membaik dan mayoritas telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Yandi menyampaikan bahwa dari sejumlah pasien yang sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif, sebagian besar sudah pulih.
Baca Juga:Data BPS dan Kemensos Tak Sinkron, Desil Bansos Jadi Sorotan di DPRD MajalengkaFH UGJ Sukses Gelar PKKMB 2026
“Tiga orang pasien yang dirawat sudah sehat dan dipulangkan. Sekarang kondisinya sudah bagus, Insya Allah membaik. Saat ini tinggal dua orang lagi yang masih menjalani rawat inap di RSUD,” ujarnya.
Yandi menjelaskan bahwa pasien yang dirujuk ke rumah sakit tidak mengalami kondisi yang membahayakan atau mengarah ke hal negatif. Keluhan utama yang dialami para korban umumnya berkisar pada masalah pencernaan ringan hingga sedang.
“Alhamdulillah tidak ada kondisi yang mengarah ke hal negatif. Gejala yang dialami pasien rata-rata mual, muntah, pusing, dan beberapa di antaranya mengalami diare. Namun diarenya hanya sekitar dua kali,” jelas Yandi. (oni)
