Warga Indramayu Antre Sejak Pagi, Gerakan Pangan Murah Tawarkan Beras hingga Telur Harga Terjangkau

Warga memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Gedung Landraad
Warga memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Gedung Landraad, Kabupaten Indramayu, Selasa (13/10), untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

Untuk kebutuhan lainnya, minyak goreng dijual dengan harga Rp15.500 per liter, sedangkan telur ayam ditawarkan seharga Rp24.000 per kilogram. Warga juga dapat membeli aneka cabai dan sayuran dengan harga mulai Rp5.000 per bungkus. Beragam pilihan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sesuai dengan anggaran masing-masing.

Salah seorang warga Indramayu, Supriyatin, mengaku merasa terbantu dengan adanya kegiatan pasar murah tersebut. Ia menilai selisih harga berbagai komoditas yang dijual dalam GPM cukup berarti jika dibandingkan dengan harga di pasar pada umumnya.

“Alhamdulillah semua kebutuhan pokok ada semua, dari beras, sayuran, daging, telur ada semuanya. Dari segi harga juga di bawah harga pasar saat ini. Semoga kegiatan ini bisa terus diadakan karena sangat membantu kami mendapat bahan kebutuhan pokok yang terjangkau, baik dari segi harga atau jarak,” ujarnya.

Baca Juga:Rumah Lansia Ambruk Diterjang Angin di Jatibarang Indramayu, Pemkab Salurkan BantuanMeriahkan Hari Jadi ke-499, Indramayu Expo 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Unggulan Daerah

Supriyatin berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Menurutnya, keberadaan pasar murah tidak hanya membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pokok tanpa harus mencari ke sejumlah tempat.

Melalui Gerakan Pangan Murah dalam rangka Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari program stabilisasi pangan. Tingginya minat warga juga menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara untuk menentukan kebutuhan dan lokasi pelaksanaan kegiatan selanjutnya. (oni)

0 Komentar