Dari proses tersebut, Kota Cirebon mengirimkan dua kandidat untuk kategori Best Employee. Mereka kemudian mengikuti presentasi dan wawancara pada seleksi tingkat provinsi sebelum sebagian kandidat dinyatakan lolos ke tahap visitasi.
“Visitasi ini untuk mengonfirmasi kembali apakah yang saya sampaikan sebelumnya benar-benar dilaksanakan. Tim datang untuk bertemu dengan orang-orang yang pernah mendapatkan manfaat dari inovasi yang saya lakukan,” kata Asep.
Dalam seleksi ini, Asep mengajukan sejumlah inovasi pendidikan untuk mendukung pembelajaran, penguatan karakter, dan pemanfaatan teknologi di sekolah. Inovasi tersebut antara lain MATAQU KASEP, DUPING KASEP, RAPTIM KASEP, dan RUBEL KASEP.
Baca Juga:Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pangan, Kecamatan Kejaksan Gelar GPMPertamina Pastikan Stok Pertalite Aman di Cirebon, 72 SPBU Dipantau
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah RUBEL KASEP atau Ruang-Ruang Belajar Kang Asep, yakni kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran siswa.
Melalui sistem tersebut, siswa tidak langsung diberikan jawaban ketika mengajukan pertanyaan. Mereka terlebih dahulu diarahkan melalui dialog dan refleksi, kemudian diberikan misi atau tugas untuk diselesaikan. Pendekatan ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.
Inovasi lainnya, DUPING KASEP, menggabungkan aktivitas pixel coding dengan pembelajaran nilai-nilai akhlak. Siswa diajak membuat gambar berbasis piksel sekaligus menyelesaikan misi yang memuat pesan karakter. Menurut Asep, inovasi ini dapat diterapkan melalui aplikasi maupun kegiatan manual.
Sementara itu, RAPTIM KASEP dikembangkan sebagai aplikasi yang berfungsi menjadi ruang pamer bagi karya dan hasil kegiatan siswa selama proses pembelajaran.
Melalui visitasi tersebut, tim penilai tidak hanya memeriksa keberadaan inovasi, tetapi juga menggali pengalaman penerima manfaat serta penerapannya dalam kegiatan pendidikan sehari-hari.
Hasil verifikasi menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan kandidat yang berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya. Pada akhir seleksi tingkat provinsi, panitia merencanakan penetapan tiga pemenang pada masing-masing dari empat kategori.
Pemenang tingkat provinsi selanjutnya berpeluang diusulkan mengikuti Anugerah ASN tingkat nasional apabila penyelenggaraannya dibuka oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). (cep)
