RADARCIREBON.ID- PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon segera memiliki direktur definitif. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan surat rekomendasi terhadap calon direktur hasil seleksi yang dilakukan panitia seleksi (pansel) pada akhir bulan Agustus 2026 lalu.
Turunnya rekomendasi tersebut menjadi sinyal bahwa proses pengisian jabatan pimpinan perusahaan daerah penyedia layanan air bersih itu segera dituntaskan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon kini tinggal mematangkan agenda pelantikan.
Pelantikan Direktur PDAM Tirta Jati kemungkinan akan digabung dengan pelantikan direksi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) Perdagangan dan Jasa Cherbon Nagari, yang merupakan BUMD baru di Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Imron Dukung Penuh Fun Walk HUT ke-27 Radar Cirebon, Start dari Pendopo Bupati; 29 November 2026Bukan Cuma Program MBG, Wamendagri Jelaskan soal Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Berprestasi
Dikonfirmasi Radar Cirebon, Bupati Cirebon Drs H Imron MAg membenarkan rekomendasi Kemendagri sudah diterima Pemkab Cirebon pada akhir Oktober. Saat ini, pihaknya tengah membahas waktu pelaksanaan pelantikan.
“Surat rekomendasi dari Kemendagri terkait calon direktur PDAM sudah turun. Sekarang kami sedang membahas waktu pelantikannya. Rencananya akan disatukan dengan pelantikan BUMD baru, yakni PPJ,” kata Imron saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, pembahasan mengenai jadwal pelantikan akan dilakukan dalam rapat pada Senin, hari ini (2/11/2026). Dari hasil rapat tersebut, lanjut Bupati Imron, diharapkan agenda pelantikan kedua BUMD bisa segera dipastikan.
Imron juga menjelaskan, struktur kepemimpinan PDAM Tirta Jati nantinya hanya terdiri dari satu direktur. Namun, direktur tersebut tidak akan bekerja sendiri karena akan dibantu dua orang untuk mendukung pelaksanaan tugas dan pencapaian target perusahaan.
Salah satu pekerjaan besar yang harus dikejar jajaran direksi baru adalah meningkatkan jumlah pelanggan. Pemkab Cirebon memasang target cukup ambisius, yakni mencapai 50.001 pelanggan dalam kurun waktu dua tahun. “Untuk direksi akan ada satu, yakni direktur saja. Direktur ini akan dibantu dua orang untuk bisa mengejar target jumlah pelanggan menjadi 50 ribu plus satu dalam dua tahun,” ungkapnya.
Target tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi manajemen baru PDAM Tirta Jati. Penambahan pelanggan tentu harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas pelayanan, perluasan jaringan distribusi, serta kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
