“Anak-anak didik di SMPN 2 Palimanan juga sudah mampu menjadi konselor bagi teman-temannya. Ini menjadi salah satu poin yang dinilai oleh tim penilai, mulai dari tingkat kabupaten sampai nasional,” jelasnya.
Ia menilai, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Sekolah memiliki kemauan untuk berkembang, sementara DPPKBP3A bersama sejumlah perangkat daerah memberikan pembinaan sesuai bidang masing-masing.
BPBD, misalnya, turut memberikan edukasi mengenai mitigasi dan penanggulangan bencana. Siswa dikenalkan dengan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Baca Juga:The Gade Creative Lounge Ke-33 Hadir di UIN Siber Syekh Nurjati Untuk Mengurangi Kemacetan, Kanalisasi Karanggetas Mulai Diuji Coba
Ia berharap sembilan sekolah yang telah menerima pengimbasan dari SMPN 2 Palimanan tidak berhenti pada tahap meniru program tapi mampu mengembangkan SSK secara berkelanjutan hingga meraih capaian serupa.
Ia juga menekankan pentingnya komitmen pimpinan daerah dan kepala perangkat daerah dalam mendukung keberlangsungan program tersebut. “Ini bukan hanya prestasi sekolah. Ada kolaborasi dan dukungan dari pimpinan daerah, mulai dari bupati, wakil bupati, sekda, hingga kepala OPD. Semua bersinergi untuk menciptakan Sekolah Siaga Kependudukan,” pungkasnya. (sam)
