SMPN 2 Palimanan Juara SSK Nasional: Sebelas Isu Kependudukan Masuk ke Ruang Kelas

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Dra Indra Fitriani MM
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cirebon, Dra Indra Fitriani MM menjelaskan ada sebelas isu yang menjadi alasan SMPN 2 Palimanan menjadi juara 1 SSK tingkat nasional, kemarin.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Isu kependudukan bisa menjadi pelajaran di ruang kelas, bukan sekadar materi sosialisasi. Mulai dari pengangguran, kemiskinan, persebaran penduduk, hingga stunting, semuanya diintegrasikan ke dalam mata pelajaran di SMPN 2 Palimanan.

Pendekatan tersebut mengantarkan sekolah meraih juara pertama Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Klasifikasi Paripurna tingkat nasional kategori SMP/MTs.

Prestasi itu sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan kependudukan bisa diterapkan secara nyata dalam proses belajar mengajar.

Baca Juga:The Gade Creative Lounge Ke-33 Hadir di UIN Siber Syekh Nurjati Untuk Mengurangi Kemacetan, Kanalisasi Karanggetas Mulai Diuji Coba

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon, Dra Indra Fitriani MM mengatakan, keberhasilan tersebut telah diumumkan secara resmi oleh BKKBN Pusat.Menurutnya, capaian SMPN 2 Palimanan bukan semata-mata keberhasilan memenuhi indikator penilaian.

Lebih dari itu, sekolah mampu menjadikan persoalan kependudukan sebagai bagian dari pengetahuan dan kesadaran siswa sejak dini.“Integrasi materi kependudukan, kepedulian terhadap pencegahan stunting, serta pembinaan remaja berencana di sekolah terbukti mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar birokrat perempuan yang akrab disapa Fitri itu saat ditemui Radar Cirebon di ruang kerjanya, Selasa (3/11).

Menurutnya, ada 11 isu kependudukan yang berhasil diintegrasikan SMPN 2 Palimanan ke dalam 11 mata pelajaran. Persoalan pengangguran, misalnya, dikaitkan dengan pelajaran ekonomi. Sementara isu stunting dibahas melalui mata pelajaran IPA.

Adapun persoalan jumlah dan persebaran penduduk masuk dalam pembelajaran geografi. “Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya mengenal persoalan kependudukan secara teori. Mereka juga diajak memahami berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk dampaknya terhadap kualitas sumber daya manusia,” terangnya.

Dijelaskan Fitri, sebelas isu tersebut mencakup persoalan jumlah dan pertumbuhan penduduk, persebaran penduduk yang tidak merata, rendahnya kualitas pendidikan, kemiskinan, kesehatan, angka kematian ibu dan bayi, pengangguran, kekurangan nutrisi dan stunting, perkawinan usia dini, hingga kriminalitas dan masalah sosial.Keunggulan lainnya, SMPN 2 Palimanan tidak berhenti pada penerapan di lingkungan sekolah sendiri.

Program SSK yang dikembangkan juga telah diimbaskan kepada sembilan sekolah lain di Kabupaten Cirebon, termasuk Sekolah Rakyat.Bahkan, siswa di SMPN 2 Palimanan mulai dilibatkan sebagai konselor sebaya. Mereka dibekali kemampuan untuk memberikan edukasi dan menjadi teman konsultasi bagi sesama siswa.

0 Komentar