7 Orang Positif, Jabar Kembangkan Aplikasi Pelaporan dan Informasi COVID-19

7 Orang Positif, Jabar Kembangkan Aplikasi Pelaporan dan Informasi COVID-19
PENCEGAHAN: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menggelar konferensi pers terkait penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3). FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar
0 Komentar

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya
sedang mengembangkan aplikasi khusus berbasis Android dan iOS untuk penanganan
dan pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19. Nantinya, masyarakat bisa
melapor apabila mengalami atau menemukan orang terdekat dengan gejala COVID-19.

“Salah satu yang sedang kami
kembangkan adalah, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat membuat
aplikasi terkait COVID-19 di Jawa Barat,” kata Kang Emil -sapaan akrab Ridwan
Kamil- saat menggelar konferensi pers terkait penanganan dan pencegahan
penyebaran COVID-19 di Jabar, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3).

“Jadi nanti kalau sudah selesai,
aplikasinya bisa di-download. Warga
yang menemukan informasi tinggal sampaikan via HP-nya tanpa harus menelepon
atau ngecek website. Kemudian juga blasting informasi dari kami harian, update, sebaran, itu akan ada di
aplikasi COVID-19 Jawa Barat ini,” imbuhnya.

Baca Juga:Pemerintah Perlu Buka Impor BerasVirus Corona Tidak Bisa Diremehkan, Nadiem Ajak Masyarakat Bekerja, Belajar, dan Beribadah dari Rumah

Aplikasi tersebut menjadi bukti
bahwa Pemda Provinsi Jabar transparan dalam melaporkan kondisi COVID-19 di
Jabar.  Dia berharap aplikasi ini bisa
segera selesai.

“Tim Jabar Digital Service (JDS)
sedang membangun App-nya, sehingga Insya Allah
kesimpulannya adalah dengan segala dinamikanya, kami sangat siap,” ucapnya.

“Jadi, warga tidak perlu
khawatir. Memang berita-berita banyak hal yang meresahkan, tapi kami sangat
optimistis dengan pola cepat tanggap, proaktif, responsif dengan teknologi dan
koordinasi melalui satu pintu (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar
atau Pikobar). Insya Allah Jawa Barat
bisa mengendalikan dengan cara yang sebaik-baiknya,” tambahnya.

Untuk mencegah penularan
COVID-19, Kang Emil juga mendorong masyarakat untuk melakukan tes proaktif bagi
warga yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif atau telah bepergian
dari negara terjangkit COVID-19.

Untuk tes proaktif ini, UPTD
Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jabar berkoordinasi dengan Laboratorium
Mikrobiologi dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
(Unpad) dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi Institut Teknologi
Bandung (ITB). Hasil tes pun, kata Kang Emil, bisa diketahui dalam waktu empat
sampai lima jam melalui dua tahapan teknis pemeriksaan per orang.

“Mulai kemarin kita sudah
melakukan tes proaktif. Jadi, tidak menunggu dulu orang bergejala, masuk rumah

0 Komentar