Anggap Penobatan Luqman sebagai Sultan Sepuh XV Tidak Sah

penobatan-sultan-sepuh-cirebon
Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat menyematkan keris peninggalan Sunan Gunung Jati sebagai tanda penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV. Foto: Ilmi Yanfa Unnas/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – Ketua Santana Kesultanan Cirebon (SKC), Raden Heru Rusyamsi Arianataredja atau Pangeran Kuda Putih menyatakan penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV tidak sah.
Dia menyatakan penolakan terhadap penobatan yang digelar Minggu (30/8). Mengingat PRA Luqman bukanlah berasal dari trah keturunan Sunan Gunung Jati.
“Saya tetap menolak dan tidak mengganggap lukman sebagai Sultan Sepuh XV di Keraton Kasepuhan. Karena Keraton kasepuhan masih milik Syekh Syarif Hidayatullah dan belum dibagi waris,” ujarnya Pangeran Kuda Putih.
Selain menolak penobatan Luqman sebagai Sultan Kasepuhan,  pihaknya juga menuntut Luqman dan keluarganya untuk keluar dari keraton. Selama ini, menurutnya, Luqman dan keluarganya telah melakukan upaya kesewenangan dalam mengelola keraton.
“SKC akan melakukan upaya hukum dari semua ini. Karena itu hak para Dzuriyah Sunan Gunung Jati, ” Tegasnya.
Dirinya juga menyesalkan kehadiran aparat pemerintah dalam acara penobatan. Karena seharusnya, pemerintah bersikap netral atas perkara keluarga.
“Dengan kehadiran para pejabat sangat disayangkan. Terbukti keberpihakan pemerintah terhadap Lukman cs. Padahal Kang Emil itu konon katanya Dzuriah Sunan Gunung Jati. Tapi melihat kehadirannya bersama pejabat lainnya justru sangat menyakitkan kami para dzuriah Sunan Gunung Jati, ” tukasnya.
Sementara itu, Pangeran Raja adipati (PRA) Luqman Zulkaedin yang telah dibonatkan sebagai Sultan Sepuh XV, di hari pertamanya menjabat sebagai pemimpin Keraton Kasepuhan, ia berziarah ke makam mendiang ayahandanya, Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat.
Luqman dinobatkan sebagai sultan setelah melalui prosesi jumenengan yang digelar di Dalem Agung. Penobatan ditandai dengan penyematan keris peninggalan Sunan Gunung Jati dari Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat kepada PRA Luqman Zulkaedin.
“Di hari pertamanya setelah dinobatkan, Gusti Sultan Sepuh XV melakukan ziarah ke makam Gusti Sultan Sepuh XIV,” ungkap Ratu Raja Alexandra Wuryaningrat.
Ziarah ke makam mendiang ayahanda, sebut Alexandra dilakukan PRA Luqman untuk mengenang 40 hari meninggalnya Sultan Arief. Dalam ziarah tersebut, PRA Luqman juga menaburkan bunga dan air yang telah didoakan pada saat acara tahlilan 40 hari yang bertepatan juga dengan prosesi penobatan.

0 Komentar