Ayo Daftar Operasi Bibir Sumbing Gratis

rs-arya-kamuning
PEDULI MASYARAKAT: RSU Aria Kamuning bekerjasama dengan Smile Train, IDI, Bedah Plastik RS Hasan Sadikin dan Fakultas Kedokteran Unpad akan menggelar baksos selama dua hari pada 29-30 Agustus mendatang.
0 Komentar

KUNINGAN – Rumah Sakit Umum (RSU) Aria Kamuning Cidahu, Kabupaten Kuningan dalam waktu dekat akan mengadakan pengobatan bibir sumbing dan celah langit-langi secara gratis. Bahkan kini, pendaftaran telah dibuka bagi masyarakat umum baik dari dalam maupun luar Kuningan.
Direktur RS Aria Kamuning dr Gilang Raspati melalui Manajer Marketing RS Aria Kamuning Hj Tuti Nursari menerangkan, menyambut HUT RI ke-75, bakal digelar bakti sosial (baksos) berupa pengobatan bibir sumbing dan celah langit-langit secara gratis. Baksos ini kerja sama antara RS Aria Kamuning dengan Smile Train, IDI, Bedah Plastik RS Hasan Sadikin dan Fakultas Kedokteran Unpad.
“Kami akan baksos selama dua hari pada 29-30 Agustus depan, pada dua hari itu kita pelaksanaan operasinya. Kita sudah sosialisasi ini sejak pertengahan bulan kemarin ke desa-desa dan puskesmas, termasuk membuat spanduk,” terang Tuti yang berprofesi sebagai bidan tersebut, Minggu (9/8).
Hj Tuti menjelaskan, adapun syarat pendaftaran yang harus dipenuhi di antaranya yakni pas foto bagian bibir sumbing secara jelas ukuran 3R atau bebas, membawa KK dan KTP rangkap dua. Pendaftaran sendiri akan ditutup pada 20 Agustus nanti. Bila yang mendaftar masih anak-anak, bisa membawa KTP atau KK orang tuanya. Operasi gratis ini berlaku bukan saja bagi warga Kuningan, namun untuk semua wilayah Ciayumajakuning yakni Cirebon, Majalengka dan Indramayu.
Jika ada warga yang berminat, Hj Tuti mengarahkan untuk menghubungi nomor telepon 081324010437 atas nama dirinya. Bisa pula menghubungi nomor 085210525451 (Rini) maupun 0232-8911881 milik RS Aria Kamuning. “Sejauh ini pendaftar baru dari warga Kabupaten Kuningan, peserta harus datang ke RS Aria Kamuning untuk daftar ulang  dan menyerahkan persyaratan. Ada sebanyak 10 pendaftar yang sudah memenuhi persyaratan lengkap, jumlah dibatasi maksimal 50 orang peserta calon operasi,” sebut Hj Tuti.
Kendati di tengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan di lingkungan rumah sakit. Khususnya saat baksos digelar, petugas kesehatan sudah siap dengan peralatan protokol kesehatan. “Pelaksanaan operasi ini dua hari, tentu untuk menghindari kerumunan orang. Tetap diterapkan protokol kesehatan sesuai dengan peraturan pemerintah, tentu semua calon peserta operasi maupun pengantarnya harus mengenakan masker, tetap jaga jarak dan pengecekan suhu ketika memasuki area rumah sakit,” ungkapnya.

0 Komentar