Bermain Lato-lato 2 Jam Nonstop, Anak Ini menjadi Juara Lato-lato Membawa Hadiah Kambing

RADARCIREBON.ID – Lomba lato-lato mulai banyak digelar di setiap kota. Kali ini lomba lato-lato digelar di Sidoarjo. Peserta yang mengikuti lomba ini ada 300. Dan hadiah yang perebutkan adalah seekor kambing.

Lomba lato-lato berhadiah kambing tersebut digelar di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran. Peserta lomba datang dari berbagai kota seperti Mojokerto, Surabaya, Jombang dan juga Sidoarjo. Panitia membatasi usia peserta antara 6 hingga 16 tahun.

Lato-lato yang dipergunakan sudah disediakan panitia. Artinya peserta tidak diperkenankan menggunakan lato-lato milk sendiri. Aturannya adalah, di babak penyisihan peserta diwajibkan memainkan lato-lato selama 10 menit tanpa berhenti. Bila berhenti langsung gugur.

Di babak penyisihan, ratusan peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 20 peserta. Yang bisa menyelesaikan babak penyisihan harus mengikuti babak kedua.

Baca Juga: Beredar Foto Korban Lato-lato di WAG, Begini Kebenarannya

“Yang mengikuti lomba lato-lato ini sebanyak 300 peserta dari berbagai kota. Semua peserta harus mengikuti aturan dari panitia,” kata Ketua Panitia Muhammad Subeki di lokasi lomba, Minggu 8 Januari 2023.

“Yang berhasil menjadi juara pertama mendapatkan hadiah seekor kambing,” imbuhnya.

Subeki juga menjelaskan, di babak semifinal peserta harus memainkan lato-lato sambil duduk, jongkok serta berjalan memutar. Dari 300 peserta, yang masuk final hanya 43 anak.

“Untuk kategori final mereka dituntut memainkan lato sekuat mungkin. Siapa yang paling lama, dialah yang juara,” terang Subeki.

Juaranya yakni Chesta Khadafi (10), warga Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Chesta menjadi juara setelah main lato-lato selama 2 jam 7 menit tanpa henti di babak final.

Baca Juga: Wisata Air Panas Cirebon Suhunya Mencapai 60 Derajat Celcius, Cek Lokasinya

Sebagai juara, Chesta berhak membawa pulang hadiah utama seekor kambing. Yang ia rasakan campur aduk. Ia merasa lelah tapi senang bukan main.

“Meski terasa capek benar, saya merasa senang dan bahagia. Kambing saya hadiahkan buat kedua orang tua,” kata Chesta usai lomba.

Chesta mengikuti lomba lato-lato setelah berlatih selama satu minggu. Ia tidak menyangka sebelumnya bisa menjuarai lomba tersebut.

“Tidak ada harapan untuk menjadi juara. Saat mengikuti lomba, saya hanya fokus bermain lato-lato,” tambah Chesta.

Komentar