BPBD Kabupaten Cirebon Pastikan Tidak Ada Kerusakan Bangunan Akibat Gempa,  

kabupaten-cirebon
Para santri di lingkungan Buntet Pesantren Kabupaten Cirebon memilih berada di tanah lapang usai mendengar dentuman keras dan gempa bumi. Foto: Deny Hamdani/Radarcirebon.id
0 Komentar

Ketua Bidang Pesantren YLPI Buntet Pesantren, M Luthfi Yusuf  mengatakan, gempa dan dentuman yang cukup keras dirasakan warga dan santri Buntet Pesantren.

Menurut Luthfi, gempa dengan dentuman sangat keras baru pertama terjadi dan dirasakan oleh para santri serta warga di Astanajapura.

Lebih lanjut, dikatkaan Luthfi, karena sangat panik, beberapa sekolah di sekitar Buntet Pesantren terpaksa memulangkan para siswanya.

Baca Juga:Hendak Tawuran di Lokasi Demo Mahad Al Zaytun Indramayu, Polisi Amankan 25 RemajaPolres Indramayu Kerahkan 1200 Personel untuk Amankan Demonstrasi Mahad Al Zaytun

“Setelah peristiwa dentuman keras dan guncangan gempa, sejumlah sekolah di sekitar kita, langsung memulangkan para siswanya. Itu bentuk kepanikan,” ujarnya.

Dikatakan Luthfi, bentuk kepanikan para santri juga ada. “Saya langsung konfirmasi kepada para kiai dan ternyata betul ada kepanikan tapi alhamdulillah dari masing-masing kiai pondok memberikan wejangan bahwa ini tidak ada apa-apa,” tuturnya.

Terkait kerusakan dan dampak gempa bumi, Luthfi memastikan jika di wilayah Pondok Pesantren Buntet tidak ada kerusakan.

“Untuk kerusakan saya susah cek keseluruh Pesantren Buntet yang berjumlah 66 pondok, saya konfirmasi alhamdulillah tidak ada dampak kerusakan,” ungkapnya. (dri/den)

0 Komentar