Duduk di Motor, Babak Belur

Duduk di Motor, Babak Belur
DAMAI: Mahbub dan Kirno membuat pernyataan di atas materai untuk berdamai dan tidak melanjutkan kasus tersebut secara hukum. FOTO: IST
0 Komentar

 
 
MUNDU  – Malang benar nasib Kirno (40). Baru kerja sehari sebagai tukang las dan kelistrikan di salah satu kantor finance belakang Pasar Mundu, Kabupaten Cirebon, babak belur dimassa. Pria asal Karanggraksan, Kota Cirebon itu, menjadi bulan-bulanan masyarakat lantaran disangka maling motor, Senin siang (12/7).
“Kirno anak buah saya dari dulu. Sekarang, ia nganggur minta kerjaan. Jadi, saya ajak dan baru tadi pagi masuk (kemarin pagi, red). Menjelang duhur, Kirno izin ke saya, katanya mau cari makan,” kata Yono (53) kepala tim tempat Kirno bekerja.
Setelah sampai di tempat makan, Kirno malah kebingungan. Ia bolak-balik di sekitar lokasi kejadian. Sehingga, masyarakat setempat menaruh curiga kepada Kirno. Apalagi, kirno berwajah sangar dengan rambut panjang.
Nah, ketika Kirno duduk di atas sepeda motor Yamaha Mio nopol E 4313 MH, pemiliknya  bernama Mahbub  curiga. Ia langsung mendatangi Kirno dan menegurnya agar tidak duduk di atas motornya. Ia juga sempat menanyakan Kirno, warga mana?.
Namun, Kirno tidak menjawabnya dan malah menghindari Mahbub. Warga setempat yang melihat itu, disangka Kirno adalah maling. Sehingga, langsung mengeroyok Kirno.
“Saya gak kenal sama Kirno. Ketika ia naik motor saya. Ya, saya tegur. Kan wajar. Kirno saat ditegur malah menghindar. Ditanya orang mana, tetap menghindar. Tiba-tiba masyarakat datang berkumpul ramai dan memukuli Kirno,” tutur Mahbub.
Saat Kirno dihajar ramai-ramai oleh warga,  untungnya ada anggota Polsek Mundu yang sedang lewat di lokasi kejadian. Sehingga, Kirno langsung diamankan ke Balai Desa Mundu Pesisir.
Tidak lama kemudian, bosnya Kirno yang bernama Yono datang ke kantor Balai Desa Mundu. Ia heran, anak buahnya babak belur dihajar massa. Ia sempat marah, dan meminta masyarakat mengaku, siapa yang menuduh Kirno maling.
“Saya kaget lihat Kirno babak belur. Saya tanya ke warga, siapa yang menuduh Kirno maling, tolong buktikan. Siapa yang memukulnya. Tapi, masyarakat tidak ada yang menjawab. Untungnya, ada pak polisi. Jadi, situasi terkendali,” lanjut Yono saat ditemui Radar Cirebon di Mako Polsek Mundu.

0 Komentar