Ekskavasi Situs Dingkel Dihentikan

Ekskavasi Situs Dingkel Dihentikan
DIHENTIKAN: Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu menghentikan ekskavasi Situs Dingkel di Desa Sambimaya, Minggu (13/12). JAMAL/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

“Saya meyakini ada reruntuhan stupa besar di kawasan itu dan perlu dilakukan penelitian dan ekskvasi secara berkala agar segera terungkap,” jelas arkeolog senior asal Indramayu ini.
Sementara, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi mengatakan, dengan adanya temuan tersebut berarti peradaban di Indramayu sudah lengkap yakni dari masa prasejarah, masa Hindu, Budha, masa Islam, dan masa kolonial.
Masa prasejarah, kata Dedy, dengan ditemukannya fosil stegodon dan gigi Carcarocles Megalodon atau ikan hiu purba di Ciwado Kecamatan Terisi yang hidup pada masa miosin hingga plestosin akhir, kira-kira 2,6 juta hingga 1,8 juta tahun yang lalu.
Masih di tempat yang sama, lanjutnya, juga ditemukan tradisi batu besar (megalitik) yang hingga saat ini masih dimanfaatkan untuk sarana pemujaan. “Indramayu ini kaya dengan tinggalan cagar budaya. Dari fosil, candi, masjid kuno sampai makam Belanda (kerkoof) dan bangunan bergaya Eropa kita punya,” papar Dedy.
Kedepannya, kata Dedy, TACB Kabupaten Indramayu akan mengajak eksekutif dan legislatif untuk duduk bersama membahas potensi kekayaan cagar budaya yang kita miliki ini.
“Peninggalan cagar budaya ini dapat dijadikan objek wisata baru bagi Indramayu karena imbasnya pada peningkatan PAD daerah. Untuk itu, harus bersama0sama dibahas,” pungkasnya (jml/rls)

0 Komentar