Gadis Cirebon, Ratu Zulfa Nur Azzah Garda Terdepan Penanganan Covid-19 di Jakarta

ratu-zulfa-wisma-atlet
Ratu Zulfa Nur Azzah di Wisma Atlet. Foto: Dokumen Pribadi
0 Komentar

Ratu Zulfa Nur Azzah SKep Ners, menjadi satu di antara seribuan relawan tenaga kesehatan (Nakes) yang merawat pasien positif Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Jauh dari keluarga berbulan-bulan, Zulfa tidak kesepian karena mendapat teman baru sesama nakes. Bahkan, banyak pasien sembuh yang telah menganggap para nakes sebagai keluarga sendiri.

AZIS MUHTAROM, Cirebon
MOMEN muludan yang diperingati secara sakral oleh keluarga Kasultanan Keraton Kanoman, menjadi kesempatan bagi Zulfa untuk melepas rindu dengan keluarga besarnya.
Dia sengaja mengambil cuti selama dua minggu dari tugasnya menjadi relawan, untuk pulang ke Cirebon. Setelah berbulan-bulan bertugas merawat puluhan, bahkan ratusan pasien positif Covid-19.
Menjadi relawan nakes yang bertugas di garda terdepan, merupakan pengalaman yang tidak terlupakan. Beragam respons dari pasien ketika ditangani para nakes. Saat ini, angka pasien positif Covid-19 makin signifikan. Menjadikan para relawan harus sabar untuk tidak bersua dengan orang-orang tercinta dalam waktu cukup lama.
Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang dan menciutkan semangat Zulfa dan rekan relawan lainnya untuk terus berjuang menangani pasien positif.
Seorang diri tinggal di Jakarta, Zulfa justru mendapat teman baru dari berbagai daerah yang sudah dianggap seperti saudara sendiri. Bahkan, tidak sedikit pasien positif yang sudah sembuh, kemudian memberikan penghargaan kepada para nakes.
“Memang penghargaan yang diberikan itu tidak dalam bentuk materi, tapi karena kita setiap hari ketemu selama perawatan, jadinya akrab. Seperti merawat keluarga sendiri,” ujarnya.
Para pasien sembuh tersebut, juga ada yang rutin mengirimkan makanan kepada para nakes melalui ojol. Ada juga yang mengirimkan video dan story di medsos berisi ungkapan terima kasih kepada para nakes yang telah merawat mereka hingga sembuh. Tidak sedikit juga yang meminta para nakes agar bisa berkunjung ke kediaman pasien sembuh suatu saat nanti.
“Memang setelah berbulan-bulan menjadi relawan, ada jenuhnya juga. Tapi, penghargaan yang pasien sampaikan kepada kita, itu menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengabdi sampai pandemi virus corona ini benar-benar berakhir,” ungkapnya.

0 Komentar