HIV Aids Mengkhawatirkan, Naiknya Signifikan

HIV Aids Mengkhawatirkan, Naiknya Signifikan
Ilustrasi
0 Komentar

HIV/AIDS di Kota/Kabupaten Cirebon terus menunjukkan tren peningkatan. Bertambah tiap tahun. Angka-angka itu mengkhawatirkan. Sosialisasi dan upaya pencegahan perlu ditingkatkan. Melibatkan banyak pihak. Termasuk perguruan tinggi.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon Sri Maryati mengakui peningkatan kasus baru HIV positif cukup mengkhawatirkan. Untuk Kota Cirebon, sejak Janurti hingga Mei tercatat ada 155 kasus baru HIV positif. Sementara pada tahun lalu, yakni selama bulan Januari hingga Desember, jumlahnya ‘hanya’ tercatat 127 kasus.
“Hari ini ada kenaikan dua kasus lagi. Sehingga totalnya menjadi 155 kasus HIV positif sampai pertengahan tahun ini. Saya kira ini menjadi percepatan yang cukup besar dibanding tahun 2019 yang hanya 127 kasus,” ungkap Sri Maryati, Kamis (18/6).
Sri menjelaskan, sejak tahun 2009, tren penularan HIV lebih banyak ditularkan melalui aktivitas hubungan seks. Selain itu, penularan melalui hubungan seks juga kini mulai merata di beberapa kalangan. Bukan hanya terpusat pada kelompok gay, waria, dan pecandu narkoba saja.
“Semenjak 2009 sampai dengan hari ini, penularan HIV itu lebih banyak melalui hubungan seks, bukan dari pengguna narkoba jarum suntik. Yang paling banyak kami temukan adalah pasangan suami istri. Dan rentang usia yang cukup produktif, yakni 20 tahun ke atas,” paparnya kepada Radar.
Masih kata Sri, ada beberapa komunitas atau populasi seperti komunitas gay, komunitas pekerja seks, dan pengguna narkoba suntik serta waria yang merupakan kelompok dengan risiko tinggi, masih tetap menjadi perhatian utama. Sosialisasi dan pemahaman yang komprehensif terkait HIV/AIDS diharapkan dapat menekan angka penularanya.
Pada tahun lalu yang paling banyak ditemukan kasus yakni di komunitas gay. Tapi sekarang hampir merata di semua komunitas. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan perguruan tinggi untuk berpartisipasi dalam program pencegahan penularan HIV. “Kita juga akan pertajam melalui Kemenag untuk melakukan advokasi dan asistensi agar pemahaman terhadap HIV bisa dipahami secara komprehensif. Sehingga penyuluh yang berada di kecamatan-kecamatan bisa menyampaikannya lebih luas lagi,” lanjutnya.
Terkait dengan upaya pencegahan itu, pihaknya juga berharap akan dapat bekerja sama dengan instansi- instansi dalam rangka melakukan sosialisasi dan juga pemeriksaan HIV sejak dini. “Termasuk pada milenial. Karena kami juga melakukan pendampingan. Kalau pun positif ya kita langsung bantu untuk kemudian dapat mengakses obat ARV,” pungkasnya. (awr)

0 Komentar