INFO PPDB! Inilah Daya Tampung SMP Negeri di Kabupaten Cirebon

Pj Bupati Cirebon Drs Wahyu Mijaya SH MSi foto bersama Kadisdik H Ronianto SPd MM beserta jajarannya usai meng
Pj Bupati Cirebon Drs Wahyu Mijaya SH MSi foto bersama Kadisdik H Ronianto SPd MM beserta jajarannya usai menggelar rapat persiapan PPDB.
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Cirebon akan segera dibuka. Semua pihak diminta untuk bersiap untuk bersama-sama mengawal terciptanya PPDB yang baik di Kabupaten Cirebon.

Secara resminya, PPDB tahap I akan dibuka pada 25 Juni sampai 29 Juni 2024. Peruntukan tahap I tersebut dikhususkan untuk jalur prestasi, akademik, raport, afirmasi, perpindahan orang tua dan anak guru.

Sementara itu, untuk tahap II yakni jalur zonasi akan dibuka pada  tanggal 4 sampai 9 Juli 2024. PJ Bupati Cirebon, Drs Wahyu Mijaya SH MH mengatakan, rapat persiapan untuk memastikan jalannya PPDB di Kabupaten Cirebon berjalan dengan baik sudah dilaksanakan. Dikatakan Wahyu, persiapan yang matang perlu dilakukan agar hasil yang diperoleh bisa optimal. “Kita sudah berkumpul dan bertemu dengan Dinas Pendidikan, semuanya berkomitmen untuk mewujudkan PPDB yang ideal,” ujar Wahyu. 

Baca Juga:Trotoar di Depan Gedung DPRD Kota Cirebon Rusak13 Ribu Warga Kota Cirebon Belum Terserap di Dunia Kerja

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Ronianto SPd MM mengatakan, daya tampung SMP Negeri di Kabupaten Cirebon saat ini sekitar 18 ribu siswa. Sementara itu, jumlah siswa SD yang lulus tahun ini sekitar 32 ribu siswa.

“Artinya sekolah swasta jangan khawatir, jumlah siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri masih sangat banyak,” bebernya.

Dikatakannya, untuk tahun lalu atau tahun ajaran 2022/2023, jumlah siswa yang lanjutkan ke jenjang SMP sebanyak 99,8 persen. Atau hanya ada 26 siswa saja yang tidak melanjutkan. 

“Tahun ini target kita 100 persen melanjutkan, kita tidak hanya menggerakan pendidikan formal saja, tapi pendidikan informal juga kita gerakan untuk menyisir mereka yang tidak tercover pendidikan formal,” ungkapnya. (dri)

 

 

 

 

0 Komentar