Jangan Sampai GTC Ditutup

gtc-ditutup
Kondisi tenan di lantai 3 Gunungsari Trade Centre yang kurang perawatan, Jumat (18/9). GTC terancam ditutup karena konflik internal perusahaan. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon angkat bicara terkait konflik internal antar perusahaan yang berimbas pada rencana penutupan Gunungsari Trade Centre (GTC). Diharapkan, konflik internal tersebut tidak berlarut-larut dan segera menemui titik temu.
Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH mengatakan, sampai sekarang pemkot masih melakukan pengamatan terhadap kedua belah pihak. Namun, bila jalur komunikasi tersebut tetap tidak bisa ada titik temu, pemkot akan mengkaji persoalanya dan akan membantu memutuskan agar persoalan GTC ini bisa segera selesai.
“Kalau berlarut-larut, akan ada potensi kerugian yang dialami PD Pasar, berarti juga terhadap PAD yang diterima oleh Pemkot, dari segi retribusi apakah parkir dan lain sebagainya yang berkaitan keberadaan GTC,” kata Azis, kepada Radar Cirebon, Selasa (22/9).
Pihaknya juga akan menahan terlebih dahulu agar tidak dulu dilakukan penutupan, karena belum titik temua dari proses negosiasi yang masih dilakukan untuk mempertemukan kedua belah pihak. “Kasihan kalau sudah penutupan GTC, pedagang yang disitu akan ditaro di mana,” paparnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Heriyanto berpandangan, konflik internal GTC otomatis mempengaruhi psikologi para pedagang dan pembeli. Di sisi lain, pemerintah sedang berusaha memaksimalkan PAD dari perparkiran dan retribusi pasar. “Ini kalau tidak tuntas maka dapat merugikan semua pihak,” tandasnya.
DPRD, kata dia, tidak ingin aktivitas pasar terganggu dengan adanya konflik internal. Yanto –sapaan akrabnya- sepakat apa yang disampaikan walikota.
Seperti diketahui Seperti diketahui, polemik di GTC sempat dikhawatirkan pedagang Pasar Gunungsari. Bahkan mereka meminta kepastian untuk dapat tetap beroperasi, sehubungan ada konflik yang terjadi antara dua perusahaan pemilik BOT dan pengelola.
Mereka tidak ingin polemik tersebut berdampak pada aktivitas pedagang maupun pembeli yang datang. Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Gunungsari, Adam Purnama menjelaskan, dengan adanya konflik kedua perusahaan itu, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa Pasar Gunungsari tidak tutup.
“Kita sudah sampaikan ke Perumda Pasar. Kami mencari solusi dan minta perlindungan dan kepastian bahwa kami bisa tetap beroperasi dan beaktivitas jual beli secara aman dan nyaman,” ujar Adam, kepada Radar Cirebon.

0 Komentar