KBM Tatap Muka Batal

semprot-disinfektan
BASMI CORONA: Petugas Damkar Kuningan menyemprotkan cairan disinfektan ke lingkungan Desa Cihaur, Kecamatan Ciawigebang, menyusul terindikasinya salah satu warga positif Covid-19, kemarin (13/9). Foto: M Taufik/Radar Kuningan
0 Komentar

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan membatalkan kebijakan membolehkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah karena pertimbangan penambahan kasus Covid-19 yang terus meningkat.
“Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah tidak boleh digelar selama dua pekan ke depan. Alasannya karena kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan sejak beberapa hari terakhir ini terus mengalami peningkatan. Bahkan beberapa di antaranya ada guru yang terkonfirmasi positif,” ungkap Juru Bicara Covid Center Kabupaten Kuningan Agus Mauludin kepada Radar, kemarin.
Agus mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan telah menyusun beberapa langkah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 ini. Di antaranya meningkatkan disiplin penggunaan masker hingga tingkat RT/RW dan memperketat aktivitas warga termasuk izin keramaian seperti hajatan dan lainnya.
“Pihak kecamatan harus berperan aktif dalam pengawasan ini. Mulai dari memperketat aktivitas warga termasuk izin keramaian. Selain itu kembali dilakukan pendataan terhadap setiap warga yang keluar masuk wilayahnya, terutama yang berasal dari daerah rawan untuk kembali menerapkan karantina mandiri selama dua pekan,” ujar Agus.
Terkait kondisi kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan, Agus mengatakan, hampir setiap hari ada penambahan kasus. Terbaru pada tanggal 13 September kemarin, terdapat penambahan enam positif rapid dan tiga positif swab.
“Tiga yang positif swab berasal dari klaster Cihaur dan Kalimanggis, Kecamatan Ciawigebang serta Klaster Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang. Semuanya kini sedang menjalani isolasi mandiri,” ujar Agus.
Setelah ada penambahan kasus terbaru tersebut lanjutnya, jumlah total kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan saat ini sudah mencapai 171 kasus dengan 122 di antaranya dinyatakan sembuh, lima orang meninggal dunia dan 44 orang masih menjalani karantina.
Sementara itu, penambahan satu kasus terkonfirmasi Covid-19 asal Desa Cihaur, Kecamatan Ciawigebang, langsung ditanggapi pemerintah desa setempat meminta bantuan UPT Damkar Kuningan untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan, Minggu (13/9).
Satu unit kendaraan pemadam berisi 9.000 liter cairan disinfektan dikerahkan melakukan penyemprotan lingkungan Desa Cihaur. Didampingi anggota Babinsa dan pemerintah setempat, petugas Damkar yang dipimpin langsung Kepala UPT Damkar Mh Khadafi Mufti melakukan penyemprotan disinfektan mulai dari jalan desa, halaman rumah, masjid, kantor desa hingga jalan-jalan gang.

0 Komentar