Pandemi Covid-19, Petani Rumput Laut Tetap Bertahan

Pandemi Covid-19, Petani Rumput Laut Tetap Bertahan
KUNKER: Pjs Bupati Indramayu Bambang Tritoyuliono saat mengunjungi petani rumput laut di Kecamatan Cantigi, kemarin. UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
CANTIGI-Pandemi Covid-19 telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Usaha perikanan dan kelautan menjadi salah satu sektor yang terdampak.
Namun, para petani rumput laut di Kecamatan Cantigi terus bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19. Kegigihan para petani rumput laut yang ada di Desa Cangkring dan Cemara Kecamatan Cantigi ini menggugah rasa penasaran Pjs Bupati Indramayu, Bambang Tirtoyuliono.
Bambang melakukan kunjungan kerja ke kelompok tani pembudidaya rumput laut di kedua desa tersebut, kemarin.
Bambang menjelaskan, wilayah Kecamatan Cantigi memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi sentra rumput laut. Pasalnya, saat ini memiliki luas yang sangat besar bila dibandingkan dengan kecamatan yang ada di wilayah pesisir lainnya.
Bambang menambahkan, potensi rumput laut di Kabupaten Indramayu mencapai luas 485 hektare. Jumlah tersebut tersebar di 6 kecamatan yakni Cantigi 225 hektare, Pasekan 125 hektare, Indramayu 75 hektare, Sindang 25 hektare, Kandanghaur 20 hektare, dan Losarang 15 hektare.
“Pada pandemi saat ini petani rumput laut merasakan dampaknya. Mulai dari harga turun hingga kurangnya permintaan dari para buyer. Namun demikian secara perlahan mereka tetap bertahan dan kini mulai bangkit kembali,” tegas Bambang.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu Edi Umaedi melalui Kepala Seksi Bina Produksi Perikanan Dewi Sri Hartati mengatakan, pada tahun 2019 lalu target produksi rumput laut mencapai 47,111.66 ton dengan realisasi sebanyak 43,965.60 ton (93,32 %) dengan nilai produksi Rp307.068.115.000.
“Apabila dilihat dari potensi maka Kecamatan Cantigi dengan luasan mencapai 225 hektar layak untuk dibangun industri rumput laut,” kata Dewi. (oet) 
 

0 Komentar