Pasien RSD Gunung Jati Kota Cirebon Didominasi dari Daerah Tetangga, Ini Jumlah Pastinya

RadarCirebon.id – Rumah Sakit Daerah atau RSD Gunung Jati Kota Cirebon didominasi oleh  pasien berdomisili Kabupaten Cirebon dan daerah tetangga lainnya di sepanjang tahun 2022.

RSD Gunung Jati Kota Cirebon merupakan salah satu rumah sakit rujukan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon yang berstatus tipe atau kelas B.

Maka, tidak heran jika jumlah pasien di RSD Gunung Jati Kota Cirebon, berdasarkan domisili di rumah sakit pelat merah tersebut, berasal dari berbagai daerah di wilayah Ciayumajakuning, bahkan dari perbatasan Jawa Tengah, juga ada.

BACA JUGA:

Cek Harga Terbaru Stargazer 2023, Varian Ini Yang Termurah

Data yang disampaikan RSD Gunung Jati Kota Cirebon, sepanjang tahun 2022, instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Gunung Jati melayani 156.021 kunjungan pasien.

Jumlah tersebut, pasien IGD asal domisili Kabupaten Cirebon mendominasi, dengan 84.386 orang. Pasien domisili Kota Cirebon 50.559 orang. Asal Kuningan 9.082 orang, serta dari Indramayu 9.442 orang. Dari Majalengka 5.952 orang. Serta asal domisili daerah lainnya 5.150 orang.

Untuk pasien rawat inap, sepanjang tahun 2022, laporan hingga November totalnya melayani 15.931 kunjungan pasien. Domisili asal pasien, masih didominasi asal Kabupaten Cirebon dengan 8.132 orang.

Disusul asal Kota Cirebon 4.358 orang, asal Kuningan 887 orang, Indramayu 1.115 orang, Majalengka 778 orang, dan asal daerah lainnya 652 orang.

Untuk pasien rawat jalan, catatan Januari hingga November 2022, Rumah Sakit Gunung Jati melayani 23.332 kunjungan pasien, pada poliklinik, poliklinik Pakungwati/eksekutif, dan hemodialisa.

BACA JUGA:

Unggah foto Bareng Lesti Kejora Sambil Bawa Surat Tanah, Rizky Billar Dikomen Netizen

Asal domisilinya juga masih didominasi Kabupaten Cirebon dengan 11.182 orang, disusul asal Kota Cirebon 8.114 orang, Kuningan 906 orang, Indramayu 1.138 orang, Majalengka 677 orang, dan asal daerah lainnya 1.314 orang.

Direktur Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon dr Katibi MKes mengatakan, dulu sebelum diberlakukan sistem regulasi rujukan berjenjang dari BPJS Kesehatan, komposisi pasien berdasarkan domisili cukup njomplang. Kebanyakan dari luar wilayah Kota Cirebon.

Saat ini, sambung dia, setelah diberlakukan sistem rujukan berjenjang, komposisi pasien yang ditangani di RS milik Pemerintah Kota Cirebon ini, relatif hampir seimbang, antara yang berasal dari wilayah Kota Cirebon dan dari luar Kota Cirebon.

Komentar