Pejabat Curi Start

Pejabat Curi Start
0 Komentar

Windhu menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang kesulitan mendapat jatah vaksin. Terutama di daerah luar Jawa dan Bali. Namun di sisi yang lain, pejabat negara justru sudah mendapat suntikan vaksin ketiga. Dia menilai para pejabat negara sebaiknya peka dengan keadaan dan lebih mengutamakan masyarakat yang belum mendapat vaksin. “Di tengah keterbatasan pasokan vaksin, kita tidak boleh egois soal booster vaksin ini. Sekalipun dia pejabat, gubernur, menteri, bahkan menkes sekalipun,” tuturnya.
Secara terpisah, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama juga mengkritik pejabat publik yang mendapatkan vaksin dosis ketiga ataupun vaksin booster Covid-19. Dia juga menyayangkan ketika SE yang dikeluarkan pemerintah sendiri justru dilanggar.
“Bagaimana pun juga vaksin ketiga ini sudah diputuskan diberikan kepada nakes saja. Di luar melukai atau tidak melukai, tapi kita tahu booster hanya diperuntukkan pada nakes saja. Maka kita patuhi aturan itu. Aturan kan dibuat oleh pemerintah sendiri,” kata Tjandra.
Dia juga mengibaratkan menggunakan vaksin dosis tiga untuk pejabat di tengah keterbatasan stok vaksin Covid-19 seperti memberikan dua pelampung untuk satu orang. Di satu sisi, masyarakat masih banyak yang belum menerima suntikan vaksin dosis pertama. Di sisi yang lain, pejabat negara justru sudah mendapat suntikan dosisi ketiga, plus melanggar aturan yang dibuatnya sendiri.
“Ini contohnya pakai pelampung di kapal, sama seperti kita menyediakan pelampung di kapal untuk jaga-jaga kalau tenggelam. Sekarang orang mendapat pelampung dua biji dan yang lain enggak dapat pelampung,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Epidemiolog dari Universitas Indonesia Tri Yunus Miko Wahyono. Dia juga  menyayangkan adanya sejumlah penjabat yang mengaku telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. Padahal, ujar Tri, vaksin dosis ketiga baru diizinkan untuk diberikan kepada nakes.
“Pejabat yang dapat vaksin (dosis ketiga) duluan itu adalah pejabat yang salah. Sementara rakyat yang belum dapat (dosis) kedua, yang belum dapat (dosis) pertama masih ada,” kata Tri. Ia mengatakan, selama vaksinasi dosis ketiga baru diberikan kepada nakes, kelompok masyarakat lainnya sebaiknya menunggu dan melihat hasil penelitian dari booster vaksin. “Dengan hasil studi harus kita lihat vaksinnya dan kapan diberikan. Itu penting dalam penanggulan Covid-19,” ujarnya.

0 Komentar