Pemilih Cenderung Pragmatis

Pemilih Cenderung Pragmatis
SURVEI: Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutid Citra Komunikasi LSI Network Denny JA memaparkan hasil survei Pilkada Indramayu. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
INDRAMAYU – Waspadai money politics di Pilkada Indramayu 2020. Karena berdasarkan hasil survei Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (Cikom-LSI) Network Denny JA terkait dengan preferensi pemilih pada Pilkada Kabupaten Indramayu, 25-30 Juni 2020, ada kecenderungan pragmatis perilaku pemilih di Kabupaten Indramayu.
Toto Izul Fatah, Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSi Network Denny JA menjelaskan, ada kecendrungan pragmatis prilaku pemilih di Indramayu yang menganggap money politics itu sangat wajar (6,8%) dan cukup wajar (50,0%). Jika digabung, lebih dari 50% publik di Indramayu menganggap wajar money politics. Dengan kata lain, mayoritas warga di Indramayu senang dan suka jika ada yang melakukan money politics.
Ini juga tergambar dari pengakuan publik atas pengaruh money politics dalam survei. Di mana 14,8% menganggap sangat berpengaruh dan cukup berpengaruh (38,0%). “Biasanya ini menjadi good news buat calon dengan kapital besar dan bad news buat calon yang bermodal pas-pasan. Di luar kontek bahwa cara-cara kotor seperti itu akan merusak tatanan demokrasi yang sehat dan kuat,” ujar Toto.
Dengan terjadinya dua hal tadi, money politics dan tsunami politik, bisa terjadi calon yang sekarang diunggulkan, pada saatnya rontok dikalahkan calon lain. Dan pada Pilkada Indramayu 2020 ini, potensi terjadinya dinamika dukungan masih sangat terbuka. Apalagi, dalam sisa waktu yang masih kurang lebih 5 bulan. Berbagai kemungkinan bisa terjadi.
Menanggapi kecenderungan pemilih di Indramayu yang cenderung pragmatis, politisi Partai Hanura, Edi Sugianto, berharap kepada Bawaslu agar melakukan pengawasan secara ketat. Terutama terkait kemungkinan terjadinya money politics saat pilkada 9 Desember nanti. “Hasil survei LSI ini tentunya harus menjadi perhatian semua pihak, terutama Bawaslu. Jangan sampai money politics ini merusak demokrasi di Indramayu. Tindak tegas kalau ada yang melakukan money politics,” tandasnya. (oet)
 
 

0 Komentar