Penobatan PRA Luqman Jalan Terus

penobatan-sultan-sepuh
Konferensi pers terkait dengan penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XIV. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – Penobatan Pangeran Raja Adipati (PRA) Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV, dibayangi penolakan dari berbagai pihak. Namun begitu, agenda penobatan atau jumenengan tetap akan dilangsungkan pada hari Minggu (30/8) mendatang. Tepat 40 hari setelah meninggalnya Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat.
Salah satu kerabat dekat Keraton Kasepuhan, Pangeran Chaidir Susilaningrat mengatakan, gelaran jumenengan akan dilaksanakan secara terbatas. Mengingat adanya peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon mengalami peningkatan akhir-akhir ini.
Prosesi jumenengan, menurutnya, merupakan bagian dari adat tradisi penobatan kepada Sultan yang sudah ditetapkan secara definitif oleh sultan sebelumnya, sebagai pengganti. Prosesi ini juga sudah dilaksanakan secara turun-temurun sejak para sultan sebelumnya.
“Prosesi jumenengan kali ini bertepatan dengan suasana pandemi Covid-19. Maka kita adakan acaranya tidak secara besar-besaran. Tapi secara sederhana dengan jumlah undangan yang sangat terbatas,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan di Komplek Wisata Goa Sunyaragi, Jumat (28/8) kemarin..
Chaidir melanjutkan, undangan secara resmi telah disebarkan kepada para wargi keraton, para pejabat dan pemimpin daerah, serta para raja dan sultan nusantara yang memiliki kedekatan dengan Alm PRA Arief Natadiningrat. Karena, sampai meninggal, Sultan Sepuh XIV tercatat sebagai ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).
“Dari Palembang, dari Kalimantan dan perwakilan dari daerah-daerah lain sudah mengonfirmasi kehadiran. Sementara dari pejabat daerah, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga sudah mengonfirmasi kehadirannya,” lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga turut mengundang para pimpinan pondok pesantren dan para kiai sepuh di Cirebon.  “Kita sudah mengaturi para pimpinan pondok pesantren besar dan para kiai sepuh. Jawabannya insya Allah. Ya mudah-mudahan mereka bisa datang di hari H penobatan,” lanjutnya.
Disinggung terkait banyaknya penolakan terhadap penobatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV, dia memandang bahwa hal tersebut merupakan bagian dari mengeluarkan pendapat. Sehingga ia tak mempermasalahkan sepanjang tidak dilakukan dengan cara-cara yang melawan hukum.
“Tidak ada masalah. Karena mereka juga masih keluarga. Sepanjang pendapatnya itu tidak dilakukan dengan cara-cara melawan hukum,” lanjutnya.

0 Komentar