Pentingnya Protein Hewani Untuk Cegah Stunting

RADARCIREBON.ID- Stunting menjadi salah satu penyakit malnutrisi paling lazim yang terjadi pada anak. Kasus ini semakin sering dan umum terjadi karenanya kurangnya kesadaran akan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan anak.

Protein Hewani dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting. Protein hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Pada Hari Gizi Nasional (HGN) yang diperingati pada 25 Januari 2023, pakar nutrisi dan penyakit metabolik anak Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Ph.D, SpA(K) mengingatkan pentingnya mengonsumsi protein hewani untuk mencegah stunting.

Baca juga: Stunting di Kabupaten Majalengka 2.932 Kasus, Ini Kata Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan

“Stunting itu sebenarnya bisa terjadi pada saat dia lahir. Itu 20 persen pada bayi-bayi yang lahir prematur dan berat badan lahir rendah. Kemudian 20 persen lagi bisa terjadi pada saat pemberian ASI. Kemudian 50 persen karena MPASI (makanan pendamping ASI), di mana (bayi) tidak mendapat protein hewani yang cukup,” kata Damayanti Rusli Sjarif.

Momen HGN 2023 mengusung tema “Protein Hewani Cegah Stunting”. Guna mencegah stunting, Damayanti mengatakan bahwa setiap batita pun perlu mendapat asupan protein dari ayam, telur, daging cincang, ikan, hingga susu sapi UHT. Pemberian porsinya pun harus tepat agar kebutuhan protein harian anak tercukupi dengan baik.

“Umur 6 sampai 8 bulan itu 70 persen sumber energi itu masih dari ASI. Jadi dari MPASI hanya 30 persen yaitu 200 kkal. Kebutuhan protein harian untuk usia ini 15 gram atau 30 persen protein hewani minimal yang harus terpenuhi. Jadi kasih 1 butir telur ayam masih bisa nih di usia 6 sampai 8 bulan dalam sehari,” jelas Damayanti yang juga seorang staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Baca juga: Jangan Salah Diet Tetap Butuh Konsumsi Lemak

“Kalau 9 sampai 11 bulan dia perlunya 15 gram protein per hari, jadi 1 butir telur ayam sama 1/2 hati ayam. Atau dalam 12 sampai 24 bulan, dia ASI-nya cuma tinggal 30 persen, sisanya harus dilengkapi dari MPASI, termasuk proteinnya 20 gram per hari jadi 1 butir telur ayam dengan 30 gr ikan kembung, tambah 1 susu UHT,” lanjutnya.

Komentar