Perahu Tambangan Dilarang Beroperasi

Perahu Tambangan Dilarang Beroperasi
DITUTUP: Pemerintah desa bersama petugas dari Koramil Bangodua, Polsek Tukdana dan Satpol PP Bangodua menjaga lokasi penyeberangan perahu tambangan, kemarin. ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
BANGODUA- Jasa penyeberangan menggunakan perahu tambangan di Pulo Cangak, Desa/Kecamatan Bangodua ditutup sementara. Hal itu dilakukan setelah Sungai Cimanuk kembali meluap sejak Rabu (24/3) malam. Sehingga, pihak pemdes dan aparat keamanan melarang perahu tambangan beroperasi sementara.
Pj Kuwu Bangodua, Imron Rosadi menyebutkan, penutupan perahu tambangan karena debit Sungai Cimanuk naik dilevel waspada sejak Rabu malam hingga Kamis.
“Kita utamakan keselamatan warga, pemilik jasa perahu tambangan juga mengerti, kita tutup dan lokasi dijaga aparat desa, bersama petugas Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, dan Satpol PP Kecamatan,” terangnya.
Dijelaskan Imron, langkah penjagaan dan pemantauan itu diambil untuk memastikan keselamatan warga, dan pemilik perahu mendapat informasi akurat terkait debit Sungai Cimanuk naik atau turun.
Jika debit air dinyatakan aman, lanjut Imron, jasa penyeberangan dengan perahu tambanganbisa dibuka kembali untuk masyarakat.
“Hari ini (kemarin, red) dilarang beroperasi, sampai debit turun dan aman untuk dilintasi perahu tambangan. Pemilik perahu juga kita instruksinya agar lebih mengutamakan dan memprioritaskan keselamatan warga,” tuturnya.
Sementara itu, Bhabinmas Koramil Bangodua, Serma Utun Aripin mengatakan, musim penghujan harus diwaspadai para pemilik jasa penyebarangan perahu tambangan Cimanuk. Pasalnya, Sungai Cimanuk yang merupakan salah satu sungai besar di Indramayu sering meluap. “Para pemilik perahu harus waspadai, terutama mematuhi instruksi kelengkapan pengamanan yang dibutuhkan, terutama menyediakan alat pelampung,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan Aripin, bersama anggota Polsek, selalu memantau kondisi Sungai Cimanuk yang dilintasi penggunaja jasa perahu tambangan. “Ketika air sungai naik level waspada langsung koodinasi dengan pemilik perahu. Alhamdulillah, mereka mengerti dan emngikuti instruksi. Ketika debit turun dan dinyatakan aman kami izinkan dioperasikan kembali, namun ada pembatasan jumlah penumpang,” tandasnya. (oni) 
 

0 Komentar