Perbaikan Tanggul Tuntas, Petani Mulai Tanam Padi

Perbaikan Tanggul Tuntas, Petani Mulai Tanam Padi
TINJAU LOKASI: Jajaran Forkopimcam Losarang meninjau lokasi Tanggul Sungai Congger yang sudah diperbaiki secara darurat, Rabu (30/12). KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
LOSARANG-Perbaikan darurat tanggul Sungai Congger tuntas dikerjakan. Para petani penggarap sawah di sekitar lokasi tanggul yang berada di Blok Asinan Desa Pegagan, Kecamatan Losarang itu langsung ramai-ramai menanam padi.
Percepatan tanam musim rendeng di kawasan itu dipercepat. Setelah sebelumnya ratusan hektare sawah disana yang baru saja melaksanakan olah tanah kebanjiran hingga 1 meter gegara tanggul Sungai Congger jebol.
“Alhamdulillah, setelah tanggul tuntas diperbaiki, petani langsung tanam padi,” ucap Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Bambang SIK melalui Kapolsek Losarang Kompol H Mashudi SH MH diamini Camat Losarang H Suratno Sukarja SAg usai meninjau perbaikan Tanggul Sungai Congger, Rabu (30/12).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan perbaikan tanggul darurat tidak berpotensi kembali jebol. Agar para petani yang sudah menanam padi tidak waswas. Mengingat, dari seluas 275 hektare sawah di kawasan itu, 80 persennya sudah ditanami padi.
Kapolsek Losarang H Kompol Mashudi mengungkapkan, penyebab jebolnya tanggul sepanjang sekitar 250 meter pada Rabu (16/12) lalu itu diketahui akibat tak kuat menahan beban tekanan air dari bendungan Cilondet yang lokasinya berada di wilayah Kecamatan Terisi.
Padahal sebelum datangnya musim penghujan, Tanggul Congger sudah dilakukan upaya penebalan dan peninggian dengan memakai alat berat eksavator Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dan swadaya warga. Hanya saja memang tak menggunakan pondasi.
Perbaikan darurat tanggul juga dilakukan dengan cara yang sama oleh Dinas PUPR. Tapi diberi krucuk dengan kayu dolken atau bambu serta gedeg bambu. Fungsinya untuk menahan terpaan derasnya aliran air sungai.
Pengadaan kayu dolken dan bambu akan disiapkan oleh Kapolsek Losarang sebagai bentuk kepedulian kepada petani guna mewujudkan kampung tangguh di masa pandemi Covid-19.
“Hanya perbaikan darurat. Karena kewajiban dan tanggung jawab perbaikan secara permanen sesungguhnya oleh pihak BBWS. Bantuan puluhan kayu dolken dari kami sebagai wujud kepedulian terhadap petani agar tidak terjadi bencana banjir susulan. Mengingat potensi hujan deras masih tinggi dikedepan hari,” terangnya. (kho) 
 

0 Komentar