Pertimbangkan Lockdown Lokal

Kadis-Pkpp-Putu-Bagiasna
BEDAH RUTILAHU: Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukinan dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Kuningan Ir I Putu Bagiasna MT menjelaskan program bedah rutilahu di tahun 2021 ini. Foto: M Taufik/Radar Kuningan
0 Komentar

 
ANJATAN-Tim Gugus Tugas Penanganana Percepatan (GTTP) Covid-19 Kecamatan Anjatan mengkaji untuk menerapkan opsi lockdown lokal.
Menyusul bertambahnya jumlah kasus serta perkembangan sebaran virus corona dari kluster ziarah yang semakin masif.
Semula hanya di beberapa dusun di Desa Kopyah, kini temuan kasus baru positif Covid-19 sudah menyasar warga di Desa Anjatan Baru.
“Istilahnya lokalisir, atau karantina wilayah parsial tingkat blok atau dusun. Langkah ekstra progresif itu dilakukan agar jumlah warga yang terpapar virus mematikan itu tidak terus-terusan bertambah,” terang Ketua GTTP Covid-19 Kecamatan Anjatan Opik Hidayat SSos, Senin (18/1).
Dijelaskan Opik, opsi lockdown lokal dipilih apabila penerapan disiplin protokol kesehatan oleh warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama menjalani isolasi mandiri tidak sesuai harapan. Ditambah ketidakseriusan Satgas Covid-19 tingkat desa dalam melakukan pengawasan.
Meski ada opsi karantina terbatas, pihaknya tetap mengutamakan penanganan kasus sesuai protokol kesehatan. Melaksanakan tracing, tracking dan testing (3T) terhadap orang-orang yang kontak erat. Kemudian penanganan lingkungan sekitar pasien terkonfirmasi positif virus corona.
Karena itu, Opik Hidayat yang juga camat Anjatan ini mengintruksikan kepada aparat desa untuk terus mengedukasi serta menggugah kesadaran masyarakat.
Agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan, penularan dan penyebaran virus corona.
Sebagai bentuk kepedulian, Camat Opik Hidayat memberikan bantuan untuk 26 warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah karena terkonfirmasi positif Covid-19.
Selain untuk meringankan beban ekonomi, bantuan yang dikemas dalam bentuk paket sembako itu juga merupakan dukungan bagi warga yang terpapar virus corona agar cepat pulih.
Bantuan diserahkan langsung melalui Pemerintah Desa Kopyah dan Desa Anjatan Baru. Turut menyaksikan kepala UPTD Puskesmas Anjatan, H Aco Sugiarto SKM.
“Meski tidak seberapa, bantuan sembako ini sangat diperlukan agar warga yang melakukan isolasi tidak perlu keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan selama menjalani isolasi,” katanya.
Ia berpesan, warga maupun keluarga yang isolasi mandiri untuk tetap mematuhi protokol kesehatan walau berada di dalam rumah. Sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

0 Komentar