Perumda Pasar Setia Menunggu

renovasi-pasar-balong
Pedagang berjualan di lantai dasar Pasar Balong, Jumat (25/9). Proyek revitalisasi terhenti karena dampak covid-19. Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon
0 Komentar

Tidak hanya itu, kerja sama dengan investor yang dijalin Perumda Pasar juga kerap berujung masalah. Bahkan ini sudah berulang kali terjadi. Misalnya, rencana renovasi Pasar Kanoman yang justru batal. Kemudian yang terbaru adalah persoalan di Gunungsari Trade Center (GCT).
“Saya kira dari banyak kontrak dengan pihak swasta, selalu kita menilai gagal dan berkali kali Perumda Pasar tidak mampu bersikap tegas,” ujarnya.
Komisi II meminta agar ke depan kerja sama dalam investasi agar tidak melibatkan swasta. Perumda Pasar harus mandiri, karena bisa memanfaatkan pinjaman bank. Bahkan bila ditangani langsung, biaya produksi akan lebih murah. Kemudian keuntungan juga akan lebih signifikan untuk Perumda Pasar.
Sementara terkait dengan Pasar Balong, Komisi II masih belum melakukan pembahasan. Hanya saja dalam waktu dekat akan diagendakan hearing dengan direksi Perumda Pasar Berintan. Salah satu poinnya adalah menanyakan terkait Pasar Balong.
Di tempat terpisah, staf PT Metro Panen Raya, Bunga menjelaskan, terhentinya proyek revitalisasi Pasar Balong disebablan pandemi Covid-19. Padahal, pihak pengembang sudah melakukan komitmen untuk melakukan pengerjaan pada bulan Februari 2020.
“Sebelumnya, kontraktor kita dari Cirebon sini. Tapi karena pengerjaanya ada yang kurang bagus, jadi sejak Februari itu pindah ke kontraktor dari Jakarta. Tapi kita tahu sendiri, setelah itu ada pandemi, sehingga pengerjaanya jadi terkendala,” ungkapnya.
Namun demikian, setelah pandemi mereda, Bunga mengatakan bahwa pengerjaan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan. (abd)

0 Komentar