Petugas Awasi Jasa  Perahu Tambangan

Petugas Awasi Jasa  Perahu Tambangan
PENGAWASAN: Anggota TNI dan Polri memeriksa penumpang yang akan menggunakan jasa perahu tambangan, kemarin. ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
BANGODUA- Perahu Tambangan di Pulo Cangak Desa/Kecamatan Bangodua kembali dioperasikan, Senin (18/1). Jasa penyeberangan yang menjadi akses warga Kecamatan Bangodua dan Kertasemaya itu sempat ditutup sejak Jumat (15/1), lantaran Sungai Cimanuk meluap.
Pantauan di lapangan, pengoperasian perahu tambangan dijaga ketat petugas dari TNI, Polri dan pemerintah desa .
Danramil Bangodua, Kapten Inf Sugiyanto melalui Babinsa Bangodua Serma Utun Aripin menyebutkan, jasa penyeberangan perahu tambangan menjadi salah satu akses masyarakat di wilayah Kecamatan Bangodua menyeberangai Sungai Cimanuk menuju Kecamatan Kertasemaya atau hendak ke Kabupaten Cirebon.
“Saat Sungai Cimanuk meluap, kami awasi dan pantau terus untuk antisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Hari ini (Senin) baru dibuka, kemarin ditutup total tidak boleh dioperasikan karena arus air sungai sangat berbahaya,” jelas Aripin
Kendati perahu tambangan dapat beroperasi lagi, lanjut Aripin, masih ada pengawasan dan penjagaan yang ketat oleh petugas. Pihaknya memberlakukan pembatasan muatan agar perahu yang digunakan tidak melebihi muatan. “Kami atur, yang menyeberang tidak boleh lebih dari 10 orang atau kendaraan. Pemilik perahu selalu waspada terhadap peningkatan debit air, bila debit air terus meningkat hentikan aktivitas penyebrangan,” tukasnya.
Aripin juga mengimbau kepada pemilik dan pengguna jasa penyebarangan perahu tambangan selalu menerapkan protokol Kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Utamakan keselamatan, sediakan sarana pelampung bagi penumpang, dan penumpang tidak boleh lebih dari 10 orang,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Pemdes Bangodua, Ali. Dikatakannya, pemdes bersama petugas keamanan terus memantau lokasi penyeberangan dan koordinasi dengan petugas rentang terkait debit air Sungai Cimanuk.
“Pemdes selalu jalin koordinasi, ketika debit air statusnya dirasakan berbahaya kita infokan dan intruksikan kepada pengelola penyebarangan untuk berhenti beroperasi sementara,” ujarnya. (oni) 

0 Komentar