Ricuh Gegara Spanduk Penolakan PRA Luqman

ricuh-keraton-kasepuhan
Sejumlah orang yang mengatasnamakan Keluarga Besar Pangeran Jayawikarta menunjukan spanduk penolakan terhadap pengangkatan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV, kemarin. Foto: DEDI HARYADI/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON – Jelang puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, penolakan terhadap PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV kembali menyeruak. Kali ini, dari sekelompok orang yang mengatasnamakan Keluarga Besar Pangeran Jayawikarta.
Mereka melakukan pemasangan spanduk berisi penolakan, di sekitar Keraton Kasepuhan, Selasa (27/10). Sontak saja, aksi tersebut mendapat reaksi keras dari pendukung PRA Luqman Zulkaedin.
Awalnya, pemasangan spanduk tersebut berjalan aman. Namun tiba-tiba muncul seseorang berkaos warna kuning langsung marah-marah dan meminta spanduk tersebut dicopot.
“Luqman sudah sah jadi sultan, kenapa kalian menolak? Maksudnya apa ini?” teriaknya.
Tak berlangsung lama, teman-teman dari pria tersebut berdatangan. Sempat terjadi adu argumen dan saling dorong. Beruntung, kericuhan tidak berlangsung lama setelah aparat kepolisian dari Polres Cirebon Kota dan TNI tiba di lokasi.
Salah satu kerabat Keluarga Besar Pangeran Jayawikarta, Jujun membeberkan tujuan pemasangan spanduk tersebut karena pihaknya tak berkenan dengan ditetapkanya Luqman sebagai Sultan Sepuh XV. Pihaknya menilai, Luqman tak berhak karena bukan dari keturunan Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarief Hidayatullah.
“Kita, keluarga besar Pangeran Jayawikarta jelas menolak penobatan Luqman sebagai Sultan Sepuh XV. Ini juga sudah rahasia umum. Beberapa kalangan juga menolak,” bebernya.
Jujun menegaskan, penolakan terhadap dinobatkannya Luqman akan terus dilakukan. Termasuk melalui jalur hukum. “Adanya penolakan tadi menunjukan kalau mereka arogan,” pungkasnya. (awr)

0 Komentar