Sanksi Tahan KTP Dinilai Lebih Efektif

Sanksi Tahan KTP Dinilai Lebih Efektif
TIDAK EFEKTIF: Pemotor sedang menjalani hukuman pushup karena tidak memakai masker saat berkendara, kemarin. Sanksi sosial ini dinilai tidak memberikan efek jera. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
INDRAMAYU- Langkah Satpol PP menahan KTP warga yang tidak memakai masker dinilai efektif dibanding sanksi lainnya.
Demikian dikatakan Pengamat Sosial, Setiawan kepada Radar, Kamis (6/8). “Sanksi perlu untuk memberikan efek jera. Tetapi administratif dengan menahan identitas diri seperti KTP akan lebih efektif dibanding sanksi sosial seperti pushup,” ujar Setiawan.
Setiawan juga mendukung langkah pemerintah daerah melalui Satpol PP yang melakukan penertiban warga yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Namun, Setiawan kembali menegaskan, agar sanksi yang diberikan harus efektif sehingga menyadarkan warga untuk mematuhi instruksi atau aturan pemerintah terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19, terutama soal pemakaian masker saat di luar rumah.
“Perlu ada jaminan yang ditahan, seperti KTP harus ditahan. Dari pada hanya sanksi sosial, seperti push up, membersihkan tempat umum, tidak bisa memberikan efek jera,” ujarnya.
Menurut Setiawan, sanksi penahanan kartu identitas diri seperti KTP membuat masyarakat akan patuh memakai masker saat keluar rumah.
“Masyarakat akan berpikir dua kali saat kartu identitas dirinya ditahan beberapa hari, sehingga mereka akan selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah,” katanya.
Sementara itu, salah seorang warga, Yusup (40) mengatakan, Satpol PP harus mempriotitaskan titik razia maker. Seharusnya, razia masker tidak hanya menyasar pengendara roda dua atau roda empat. Akan tetapi, menyasar di pasar tradisional dan mal. “Pasar tradisional dan mal juga harus jadi prioritas penertiban karena banyak kerumunan dan kontak langsung bisa terjadi di pasar dan mal,” ujarnya. (oni) 
 

0 Komentar