Sapi-sapi pun Pakai Masker

Sapi-sapi pun Pakai Masker
0 Komentar

“Jumat sore kami sudah menerima hasil uji sampel dari Balai Veteriner (BVet) Subang. Hasilnya menyatakan bahwa hasil pengujian sampel yang sudah dilakukan, ternyata puluhan sapi tersebut positif PMK,” terang Kepala Dinas Pertanian Asep Pamungkas melalui Sekdis Pertanian drh Encus Suswaningsih saat dihubungi Radar Cirebon.
Setelah hasil itu keluar, pihaknya akan mengetatkan pengawasan terhadap peternakan sapi di lokasi tersebut agar tak terjadi penularan ke ternak lainnya. “Kami akan membatasi lalu lintas ke sana untuk umum dan hanya diperkenankan petugas saja. Karena kalau makin banyak yang lalu lalang maka kemungkinan untuk menyebarkan semakin besar,” imbuhnya.
Menurut dia, potensi penyebaran bisa sangat mungkin terjadi lewat sepatu yang menginjak kotoran, lewat ban kendaraan, baju, dan lainnya yang dikhawatirkan bisa menyebarkan ke wilayah lain. “Petugas kami yang menangani ternak di sana juga kami batasi. Setelah menangani, mereka disemprot dan harus pulang untuk merendam baju dan peralatan dengan desinfektan,” bebernya.
Saat ini kondisi ternak yang sakit sudah dilakukan pengobatan dan penyemprotan di lokasi sesuai dengan SOP penanganan PMK pada ternak. Pihaknya pun memastikan pengawasan kepada ternak-ternak yang sakit dilakukan secara ketat agar tidak terjadi penularan masif di wilayah tersebut.
“Ternak yang diisolasi maupun ternak yang dalam satu kawasan terus dalam pantauan. Kami juga sudah imbau peternak lainnya jika ada ternak yang sakit segera menghubungi dinas pertanian. Lokasi ditemukannya kasus ini cukup banyak peternak sapi di sekitar lokasi,” jelasnya.
Sementara itu, selain kasus positif PMK yang ditemukan kemarin, kemarin dinas pertanian menemukan lagi tiga ekor ternak yang menunjukkan gejala yang sama dengan kasus sebelumnya. “Gejalanya menunjukan tanda-tanda ke arah PMK. Untuk hewan yang rentan PMK sendiri itu antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, rusa, babi, dan kuda,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Asep Pamungkas mengatakan perlu adanya skrining atau proses penyekatan untuk mengawasi pergerakan hewan ternak dari daerah lain yang masuk Cirebon.
Dengan temuan puluhan sapi yang kini positif PMK, kata Asep, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi lainnya dan melaporkan hal itu kepada bupati agar ada langkah strategis yang diambil terkait pergerakan hewan ternak dari luar daerah.

0 Komentar