Sekolah Steril dari Pedagang

Sekolah Steril dari Pedagang
LINDUNGI SISWA: Para siswa di SDN 1 Kepandean didampingi pihak sekolah menerima masker yang dibagikan Sat Binmas Polres Indramayu, akhir pekan kemarin. ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
INDRAMAYU- Selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, SDN 1 Kepandean membuat kebijakan khusus. Salah satunya tidak memperbolehkan pedagang untuk berjualan di sekitar lingkungan sekolah.
Demikian dikatakan Kepala UPTD SDN 1 Kepandean Ida Faridah SPdSD MPd kepada wartawan koran ini, akhir pekan kemarin.
Menurut Ida, pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, menjadi priotitas program sekolah selama pelaksanaan PTM terbatas (PTMT) yang telah berlangsung selama dua pekan.
Sehingga, pihaknya memastikan tidak ada pedagang yang berjualan di sekitar sekolah untuk mencegah kerumunan yang akhirnya meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Aturan ini berlaku baik bagi pedagang dari luar, dan pemilik kantin sekolah. Kami masih belum memperbolehkan berjualan, lingkungan sekolah steril dari pedagang,” jelasnya.
Sebagai gantinya, lanjut Ida, pihaknya meminta orang tua siswa untuk  membawa bekal makanan dari rumah. “Karena tidak ada pedagang, kita mewajibkan siswa untuk membawa bekal makanan dari rumah,” ujarnya.
Lebih lanjut, dikatakan Ida, aturan khusus itu dibuat agar pelaksanaan PTMT berjalan dengan aman, nyaman, dan terhindar dari risiko penyebaran Covid-19.
“Kami tidak ingin PTM terbatas ini jadi kluster baru penyebaran corona. Sehingga sekolah betul-betul  menjada dan melindungi siswa siswinya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di sekolah,” bebernya.
Untuk memberikan pemahanan terkait virus coronan dan pencegahannya, lanjtu Ida, pihak sekolah juga menyelenggarakan kegiatan edukasi pencegahan covid-19 bagi siswa dan siswa dengan menggandeng Binmas Polres Indramayu. Harapannya, kata Ida, semua siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi dan pentingnya penerapan protokol kesehatan terutama memakai masker.
“Tidak lupa kami selalu memberikan imbauan kepada orang tua siswa agar ikut serta menjaga anak-anaknya, kemudian bagi siswa yang sedang sakit kami imbau kepada orang tua jangan memaksakan berangkat ke sekolah dulu. Pada intinya kita sama-sama menjaga kesehatan agar terhindar dari serangan virus corona,” tandanya.
Dijelaskan Ida, selain melangkapi semua srana dan prasaran yang terkait pencegahan Covid-19, pihak sekolah juga telah membagi peserta didiknya mengikuti pembelajaran kedalam dua shift, dengan jumlah siswa setiap kelasnya 50 persen dari jumlah siswa.

0 Komentar