Siap Mediasi Selesaikan Masalah GTC

gtc-gunungsari-trade-center
Spanduk yang dipasang Perumda Pasar Berintan di depan Gunungsari Trade Center, Rabu (23/9). Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – Pasca pemanggilan oleh Perumda Pasar Berintan, PT Toba Sakti Utama (TSU) siap membuka kembali ruang mediasi dalam penyelesaian persoalan kisruh pengelolaan Gunungsari Trade Centre (GTC).
Hal ini, direspos pihak Wika Tendean selaku Komisaris PT Prima Usaha Sarana (PT PUS), yang juga siap membuka kembali ruang mediasi tersebut.
Kuasa Hukum Wika Tendean, Fery Ramadhan SH mengaku sangat mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Perumda Pasar Berintan, dalam upayanya menyelesaikan permasalahan kisruh pengelolaan GTC. Meski demikian, pihaknya juga berharap dapat turut diundang oleh PD Pasar, guna memberikan keterangan.
“Terlepas dari BOT yang sebenarnya tidak melibatkan PT PUS. Karena memang kerjasama yang dilakukan oleh PT TSU dengan PT PUS, sebelumnya tidak pernah memberitahukan secara tertulis kepada Perumda Pasar Berintan,” ujarnya, kepada Radar Cirebon, Selasa (13/10).
Namun, Fery mengingatkan bahwa pembangunan gedung GTC hampir sebagian dananya bersumber dari kliennya. Bahkan, pihaknya merasa dibohongi karena tidak pernah mengetahui skema perjanjian BOT antara PT TSU dengan Perumda Pasar.
“Andaikata dulu pihak kami mengetahui isi perjanjian tersebut, pasti Pa Wika Tandean akan menempuh prosedur kerjasama tersebut dengan memberitahukanya kepada PD Pasar, karena klien kami adalah orang yang taat hukum,” tuturnya.
Akan tetapi, pada intinya pihaknya juga tidak ingin memperkeruh persoalan ini. Sehingga, apabila diminta untuk mediasi oleh PT TSU, Fery memastikan kliennya akan bersedia untuk melakukan mediasi dengan pihak Frans selaku Direktur PT PUS, ataupun langsung dengan PT TSU.
“Sebetulnya sejak dulu memang klien kami sudah ingin segera menyelesaikan permasalahan ini, dan meminta untuk diadakan RUPS. Tapi, jika sekarang memang serius, kami bersedia dengan syarat yang dulu pernah klien kami ajukan kepada saudara Frans, ataupun PT TSU,” ujarnya.
Dia menambahkan, dari rencana membuka kembali jalur medias ini, pihaknya berharap apabila permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan mediasi, maka Perumda Pasar Berintan dapat bertindak tegas untuk menyelesaikan persoalan ini.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Berintan Drs Sekhurohman mengaku belum berencana mengundang PT PUS. Karena pihaknya tidak punya ikatan apapun dengan PT PUS, terkait BOT gedung GTC. Dia mempersilakan PT PUS menyelesaikan urusan internalnya dengan persoalan dengan PT TSU, dengan jalur mediasi/musyawarah. (azs)

0 Komentar