SMAN 1 Cirebon Edukasi Stop Perundungan, Caranya Begini

CIREBON, RadarCirebon.id – Stop perundungan jadi tema SMAN 1 Cirebon. Ya, sering terjadinya perundungan yang dialami pelajar, membuat keprihatinan yang mendalam.

Stop perundungan didengungkan SMAN 1 Cirebon. Caranya adalah, menggelar projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan kegiatan bernama Stop Perundungan, Selasa (17/1/2023).

Berlangsung di SMAN 1 Cirebon, hadir langsung Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon Hj Fifi Sofiah, jajaran TNI-Polri. Pelaksanaan stop perundungan berjalan lancar.

TNI menyatakan, penggunaan alat komunikasi (HP) bagian dari penjajahan dari perundungan. HP itu racun. Secara tidak sadar dijajah dengan penggunaan handphone.

BACA JUGA:

Tunggu Besok Keputusan Pilwu Digelar atau Tidak

Fifi Sofiah menegaskan, anak punya hak mendapatkan kasih sayang dan pendidikan. Anak-anak juga berhak mendapatkan kesehatan, materi untuk kebutuhan standar anak, juga punya hak bermain.

Ketika ada anak berhadapan dengan hukum, maka anak tetap harus mendapatkan pendidikan. Ada anak-anak yang ditahan di Bandung tetap mendapatkan hak pendidikan. Bedanya, mereka sekolah di tempat rehabilitasi. Sedangkan anak-anak lainnya mendapatkan pendidikan di  sekolah.

Fifi juga menegaskan, anak-anak jangan sampai terlibat narkoba dan tawuran. Karena, bisa terkena pidana. Anak-anak bisa menjalankan pidana 3/4 masa tahanan dari putusan majelis hakim.

Anak korban bully jangan dijauhi, justru harus didekati. Cari tahu kenapa bisa seperti itu. Kalau ada teman depresi, jangan terus di-bully lagi. Sekolah harus jeli ketika ada siswanya menjadi korban bully.

“Dominan korban perundungan karena kondisi ekonomi keluarga,” ujarnya.

BACA JUGA:

15 ASN Pemkab Cirebon Berebut 3 Posisi Esselon II, Sekda Jamin Tak Ada Pengondisian

Wakasek Peningkatan Mutu SMAN 1 Cirebon, Dwi Haryanti MPd mengatakan, agenda Stop Perundungan sebagai bahan dari projek penguatan profil pelajar Pancasila (P-5). Menurut Dwi, tema kali ini adalah; Bangunlah Jiwa dan Raga. dan Subtemanya adalah perundungan.

Kegiatan ini mengedukasi kelas X tentang bahaya perundungan di sekolah maupun di dunia maya. Perundungan, kata Dwi, terjadi di sekolah.

Siswa-siswi mengalami di dunia maya dan sosial media. Dengan edukasi ini, diharapkan menghindarkan siswa jadi pelaku perundungan maupun korban.

Komentar