SMPN I Weru Lockdown

smp-weru-lockdown
Gerbang SMPN I Weru terpasang tulisan di- lockdown. Kebijakan itu diambil, setelah ada warga sekitar sekolah yang terpapar Covid-19.Foto: Andri Wiguna/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – “SMPN I Weru sementara di Lockdown”. Tulisan besar yang ditempel di gerbang masuk sekolah tersebut, ramai di media sosial. Terlebih, di wilayah Weru ditemukan sejumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Radar Cirebon pun berusaha untuk menelusuri kebenaran foto yang ramai di media sosial tersebut. Dengan langsung mendatangi sekolah.
Maulana, salah seorang staf kepegawaian di Bagian Tata Usaha di sekolah tersebut, saat ditemui mengatakan, tidak ada satu pun pegawai atau pengajar dan siswa yang terpapar Covid-19. Sampai saat ini dalam keadaan aman.
“Kita semua aman di sini. Tidak ada yang terpapar Covid-19. Saya sendiri tidak tahu kapan dipasangnya tulisan itu. Tapi memang baru dipasang hari ini (kemarin, red) oleh pihak sekolah,” ujarnya.
Hal tersebut menurutnya, karena ada kasus terkonfirmasi Covid-19 yang menimpa warga yang rumahnya tidak jauh dari lingkungan sekolah. Sehingga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah akhirnya me-lockdown kegiatan di sekolah.
“Jadi informasinya kan ada yang positif. Rumahnya tidak jauh dari sekolah. Mungkin ini sebagai langkah antisipasi,” imbuhnya.
Diakuinya, seharusnya untuk hari Senin (31/8) ada kegiatan pembagian lembar kerja peserta didik (LKPD) yang saat ini menjadi bahan ajar untuk para siswa. Namun kegiatan tersebut urung dilakukan karena tiba-tiba ada hal seperti ini.
“Hari ini rencana pembagian LKPD. Tapi diundur dengan kejadian ini. Rencananya, siswa datang tidak seluruhnya, tapi dibagi hanya beberapa saja yang masuk ke sekolah. Tapi akhirnnya dibatalkan,” jelas dia.
Ia pun tidak mengetahui sampai kapan kondisi tersebut akan terus berlangsung. Menurutnya, untuk kebijakan penerapan hal tersebut ada di kepala sekolah.
“Nanti langsung ke kepala sekolah saja. Saya tidak tahu sampai kapan,” ungkapnya.
Dari pantuan Radar, meskipun di pintu gerbang dipasang tulisan besar lockdown, kegiatan di dalam sekolah masih terlihat. Ada beberapa tukang bangunan yang sedang mengerjakan perbaikan sekolah dan beberapa tenaga pengajar yang terlihat berada di dalam ruang guru. (dri)

0 Komentar