Sukabumi Diguncang Gempa Dua Kali, Bangunan Warga Rusak Parah

0 Komentar

SUKABUMI – Gempa bumi dengan skala magnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, merusak sejumlah bangunan warga, Selasa (10/3). Tidak lama sebelum gempa besar, terjadi guncangan dengan skala magnitude 3,2.

Berdasarkan video amatir yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah bangunan warga runtuh. Video yang dirilis BNPB tersebut diambil oleh warga pascagempa.

Dalam video tersebut tampak warga berlarian amenghindari reruntuhan bangunan. Sebagian lain ada yang mendekati bangunan untuk menyelamatkan warga yang terjebak reruntuhan.

https://twitter.com/BNPB_Indonesia/status/1237362082527326209?s=19

Baca Juga:Cuti Bersama Tambah 4 Hari5 Ribu Pasukan Siaga di Mimika

“Allahu akbar Allahu akbar, Lailaha illa Allah Muhammadarrasulullah,” sebut pengambil gambar video berkali-kali.

Suasana sekitar lokasi yang tergambar kerusakan akibat gempa tampak parah. Bangunan besar bertingkat juga terlihat ambruk. Lokasi video amatir tersebut berada di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal. Kemudian 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak. Berikutnya 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan. Lalu 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

Saat ini Tim BPBD bersama petugas gabungan lainnya melakukan kaji cepat untuk mendapatkan data lengkap terkait gempa bumi tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault),” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, dalam rilisnya.

BNPB juga merilis, guncangan gempa bumi Sukabumi dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Kalapa Nunggal IV – V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun). Panggarangan, Bayah III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Citeko, Sukabumi II – III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar sembilan menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB (magnitude 4,9). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” sebut Agus.

0 Komentar