“Dalam perjalanan pembangunannya benar-benar penuh drama. Misalnya saat di ujung pembangunan mau selesai, terjadi kebakaran. Menurut sumber sengaja ada yg membakar di tahun 2024, sampai dua kali yaitu Mei dan Agustus,” ungkapnya lagi.
Tak hanya itu, Deyang menambahkan, dugaan mark up terjadi dalam pembangunan kilang itu. Akibatnya Pertamina tidak kuat membayar kontraktor dari Korea yang membangun RDMP Balikpapan.
“Karena Pertaminan tidak mau membayar tagihan yang membesar, kontraktor Korea itu tadinya juga tidak mau meneruskan pembangunan kilang RDMP Balikpapan tersebut,” ujarnya.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Maka, lanjutnya, terjadilah deadlock di ujung pembangunan penyelesaian kilang RDMP Balikpapan. Manajemen baru Pertamina, kalau terus maju juga babak belur. Karena tagihan yang di luar harga. Namun jika tidak bayar, investasi ratusan triliun rupiah itu akan mangkrak.
“Sebelum menjadi presiden, Prabowo sudah mendengar berbagai hal berkait dengan kilang RDMP Balikpapan terebut. Maka ketika menjadi presiden yang ia lakukan adalah melakukan berbagai terobosan,” tegasnya.
Tujuannya, jelasnya lagi, agar kilang tersebut selesai pembangunannya. Selain itu tidak boleh menjadi investasi yang mangkrak. “Sambil ia singkirkan mafia minyak yang diduga jadi penghalang pembangunan kilang di Indonesia enyah dari bumi Indonesia,” tandas Deyang.
Deyang pun dengan berani menyebut jika mafia yang masih buron itu, anaknya kini diadili. Dia disangkakan berbagai bisnis yang berkait dengan Pertamina.
Namun Deyang merasa aneh, kini muncul akun-akun pembela anak mafia minyak tersebut. Akun-akun itu diarahkan ke opini jika anak mafia tersebut tidak bersalah.
“Bahkan, dibangun image sebagai pahlawan untuk Pertamina, karena Pertamina menyewa kapal ke anak mafia itu lebih murah,” urai Deyang.
Deyang pun heran dan merasa frustasi saat masyarakat percaya dengan hal -hal seperti itu. Padahal, yang dilakukan oleh ayah anak itu adalah menjadi mafia minyak di Indonesia. Hal itu yang membuat Indonesia terus impor minyak selama puluhan tahun ini.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Dengan peresmian kilang RDMP Balikpapan, tegas wartawan senior ini, menjadi babak baru kebangkitan kemandirian energi di Indonesia. Sebab, kilang minyak RDMP Balikpapan itu bisa menyerap 24.000 karyawan. Juga mampu memproduksi 360 ribu barel per hari BBM berbagai jenis.
