KUNINGAN-Kebakaran besar melanda sebuah gudang plastik di Dusun Pahing, Desa Cipancur, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Rabu malam (14/1). Bangunan seluas 120 meter persegi beserta seluruh isinya hangus dilalap api. Total kerugian ditaksir mencapai Rp540 juta.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan Andri Arga Kusumah, menerangkan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.00 WIB. Lima menit berselang, tim langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Petugas tiba di lokasi pukul 21.25 WIB. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 00.25 WIB,” ujar Andri Arga.
Baca Juga:Merespons Sikap Yaya Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Pengamat: DPRD Bukan Juru Bicara BupatiRangga Gumilar Promosi Jabatan, Inilah Formasi Baru Dishub Kuningan
Gudang plastik tersebut diketahui milik H Wastam, warga Desa Cipancur. Berdasarkan keterangan saksi sekaligus pegawai gudang, Abdul Ajid, kebakaran terjadi saat gudang dalam kondisi kosong dan terkunci.
Sekitar pukul 20.50 WIB, saksi bersama dua rekannya meninggalkan gudang untuk mencari makan. Namun, hanya berselang sekitar sepuluh menit, api sudah terlihat membesar saat mereka kembali.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual, namun kobaran terus meluas karena material di dalam gudang mudah terbakar.
“Diduga kuat sumber api berasal dari arus pendek atau korsleting listrik,” kata Andri Arga.
UPT Damkar Satpol PP Kuningan mengerahkan 10 personel Regu Piket 3 dengan dua unit kendaraan pemadam jenis pancar. Proses pemadaman juga diperkuat satu unit water supply milik BPBD Kuningan.
Kebakaran gudang plastik ini menjadi salah satu operasi pemadaman dengan tingkat risiko tinggi. Petugas menghadapi hambatan serius akibat banyaknya bahan mudah terbakar, berbahaya, dan beracun di dalam bangunan. Selain itu, keterbatasan serta jauhnya akses sumber air turut memperlambat proses penanganan.
“Situasi cukup berat, api cepat menyebar dan suhu sangat tinggi. Namun berkat kerja sama lintas instansi, api berhasil dikendalikan,” jelasnya.
Baca Juga:Pemkab Indramayu Rencanakan Pengelolaan Tempat Wisata Diserahkan ke Pihak SwastaKTNA Siap Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Indramayu
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material terbilang besar. Barang dagangan plastik yang terbakar ditaksir senilai Rp300 juta, sedangkan kerusakan bangunan diperkirakan mencapai Rp240 juta.
Proses pemadaman turut melibatkan unsur Polres Kuningan, Polsek dan Koramil Ciawigebang, BPBD Kabupaten Kuningan, PLN, serta warga sekitar. Aparat juga melakukan pendataan saksi dan pengamanan lokasi pascakejadian.
