Tanpa mengecilkan pekerja MBG, menurutnya jika membandingkan profesi guru dengan pencuci ompreng dan sopir MBG itu justru merendahkan para pendidik. Guru honorer memiliki kesempatan untuk menjadi ASN. Tetapi pencuci ompreng dan bekerja lain di dapur MBG tidak akan bisa ikut bisa tes ASN.
Lalu bagaimana dengan cerita yang viral ada 32.000 karyawan SPPG yaitu SPPI, Ahli Gizi dan Akuntan? “Tadi pagi saya telepon Menpan RB, bahwa cerita itu tidak benar,” ungkapnya lagi.
Jadi yang benar, menurut Deyang mengutip pernyataan Menpan RB, baru 2000 yang menjadi ASN. Di antaranya mereka memiliki keahlian khusus, seperti ahli gizi dan akuntan. “Jumlah 32 ribu itu adalah yang ikut tes menjadi ASN di tahap kedua,” tandasnya.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Mengapa SPPI, ahli gizi dan Akuntan diberikan kesempatan menjadi ASN? Diuraikan Deyang, karena BGN sebagai lembaga baru memang membutuhkan pengisian pos-pos yang harus diisi ASN.
Sebetulnya juga, lanjut Deyang, dari 2,7 juta profesi guru honorer, tenaga kesehatan, di tahun 2025 sudah lebih 1,2 juta yg lolos ASN. “Kami menunggu usulan dari pemerintah daerah untuk guru honorer jadi ASN karena usulan untuk menjadi ASN itu dari Pemda , ” tutur Menpan RB yang ditulis oleh Deyang.
Jadi jelas, tambahnya, tidak ada kaitannya antara pemotongan anggaran pendidikan untuk MBG dengan pengankatan ASN guru honorer. Karena pengangkatan guru honorer itu hak penuh pemprov dan pemkab/pemkot.
Lalu siapa yang membayar guru honorer selama ini? Deyang menyebut yang mebayar adalah pemprov dan pemkab/pemkot. Khususnya untuk sekolah negeri. Sementara untuk yang mengajar di sekolah swasta, maka yang menggaji adalah pihak yayasan.
Pemerintah pusat, jelas Deyang, membayarkan untuk para guru honorer. Sebagai gambaran, anggaran pendidikan tahun 2023 adalah Rp 608,3 triliun, tahun 2024 naik menjadi Rp 665 triliun. Pada 2025 naik lagi menjadi 724, 3 triliun. Sementara di 2026 sebesar 757,8 triliun.
Jika melihat postur anggaran pendidikan, tandasnya, tahun 2023 dan dan 2024, belum ada program MBG. Bagi pada 2025 dan 2026 sudah ada program MBG. Namun setelah ada MBG anggaran pendidikan justru terjadi peningkatan.
